Suasana Jumat Curhat Polda Kaltim di Balikpapan, fokus utamanya terkait kesiapan suplai BBM jelang puasa dan Idul Fitri 2023

0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

BALIKPAPAN – Polda Kaltim memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak terhambat menjelang bulan Ramadan 2023. Dalam artian, kepolisian memastikan agar tidak ada gejala kelangkaan dalam rangka mendukung aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur.

Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM. Namun, pihaknya tidak menepis bahwa ada beberapa kali kasus penyelewengan BBM di Kaltim.

“Untuk BBM ada beberapa kasus itu kita tangani. Tidak hanya menyambut puasa atau Idul Fitri, selalu kita awasi,” ujarnya usai Jumat Curhat, Jumat (3/3/2023).

Sementara itu, Irwasda Polda Kaltim, Kombes Pol Jefrianus Endolemba Torunde menambahkan, jika ditemukan pelanggaran pasti Polda Kaltim akan menindaknya.

Jefrianus mencontohkan pada tahun 2022 lalu Polda Kaltim berhasil mengungkap sedikitnya 52 kasus penyelewengan distribusi BBM, seperti penimbunan. “Dengan total 54 orang tersangka yang kita amankan. Jadi tetap kita lakukan penindakan di tahun ini,” tambahnya.

Demi mencegah hal tersebut kembali terjadi Polda Kaltim selalu akan berkoordinasi dengan Pertamina dan BPH Migas. Namun sementara ini, dia mengaku belum ada tanda-tanda kelangkaan BBM dalam waktu dekat. “Bukan langka kalau sekarang. Tapi mungkin pengaturan tentang pendistribusiannya saja yang perlu diatur kembali,” jelas Jefrianus.

Pada Jumat Curhat kali ini Polda Kaltim juga menghadirkan Pertamina. Di mana dari penjelasan Pertamina ketersediaan pasokan BBM dan elpiji bakal ditambah menjelang bulan puasa dan Idul Fitri 2023.

Area Manager Communications, Relations and CSR Pertamina Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, bahwa Pertamina berupaya untuk mengantisipasi ketersediaan BBM pada momen hari besar tersebut.

Adapun rincian penambahannya bervariasi, baik itu BBM maupun elpiji. Di mana penambahan terbanyak ada pada produk gasoline. “Gasoline itu seperti pertalite, pertamax, pertamax turbo. Itu penambahannya diproyeksikan hingga 7 persen,” ujar Arya.

“Kemudian untuk gas oil, seperti solar, dexlite, pertamina dex penambahannya berkisar 1,5 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut Arya menjelaskan, penambahan elpiji pada Ramadan dan Idul Fitri diperkirakan mencapai 4 persen. “Cuma kalau gasoline itu rata-rata untuk seluruh wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Timur ini 7 persen,” ungkapnya.

Mengenai angka pastinya akan disusulkan mengingat saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan data sekaligus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Disinggung soal lokasi yang rawan lonjakan permintaan, Arya mencontohkan Balikpapan dan Samarinda. Meski tak menutup kemungkinan termasuk wilayah lain seperti Kukar dan Paser.

Arya menegaskan, upaya penambahan ini tentu tidak berhasil jika tanpa dukungan dari masyarakat untuk mengawasi. “Jadi kami harapkan masyarakat dapat mengawasi distribusi BBM dan elpiji Pertamina sehingga kita dapat mengoptimalkan penyaluran saat Ramadan-Idul Fitri tahun ini,” tutupnya. (admin-TB/PD)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%