SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan akan mulai bergulir pada akhir Agustus 2025. Ketiga lokasi tersebut adalah gedung Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), dan SMA Negeri 16 Samarinda. Tahap pertama, yang disebut tahap 1B, akan dipusatkan di BPMP.
Lanjut ia jelasakan bahwa segala persiapan terus dilakukan di tiga lokasi yang telah ditunjuk sebagai titik awal pelaksanaan program ini. “Semua persiapan sudah rampung, mulai dari rekrutmen siswa, penyediaan sarana prasarana, hingga pemeriksaan kesehatan peserta,” ujar Andi. Kegiatan belajar mengajar di BPMP akan dimulai pertengahan Agustus dengan empat rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA.
Sementara itu, BPVP dan SMA Negeri 16 masuk dalam kategori tahap 1C. Kedua lokasi ini masih memerlukan penuntasan sarana dan prasarana, seperti pengiriman tempat tidur, lemari, dan penataan area belajar. “Target kami, akhir Agustus semua kelengkapan terpenuhi sehingga awal September kedua lokasi ini bisa mulai beroperasi,” jelas Andi.
Meskipun optimistis, Andi mengakui ada tantangan besar pada tahap 1C, yaitu pemenuhan kuota siswa SD. Banyak orang tua yang masih ragu melepas anak mereka, dan sebagian anak juga enggan berpisah dari keluarga. Untuk mengatasi hal ini, Dinsos melakukan pendekatan ke panti asuhan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk menjaring peserta. Kuota yang ditargetkan adalah 50 siswa SD.
Andi menegaskan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan tidak ada hambatan berarti saat program ini dimulai. Keputusan final mengenai jumlah siswa akan ditentukan oleh pemerintah pusat, namun Dinsos Kaltim akan terus melaporkan perkembangan. ***
























