MAGELANG – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan retret, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Wakil Menteri Kemendagri, Bima Arya, serta sejumlah kepala daerah lainnya melakukan pendakian ke Gunung Tidar, Magelang pada Kamis (27/2/2025).
Pendakian ini menjadi bagian dari agenda awal yang akan dijalani para kepala daerah dalam rangkaian kegiatan retret hari ketujuh.
Gunung Tidar sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam. Nama Tidar berasal dari kata ‘mukti’ yang berarti berhasil dan ‘kedadar’ yang bermakna ditempa atau diuji.
Dengan demikian, mendaki Gunung Tidar melambangkan pencapaian seseorang yang telah berhasil ditempa atau berhasil menghadapi ujian.
Hal ini juga menjelang penutupan retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang, Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes mengaku senang karena bisa berkumpul bersama, selain itu mendapatkan banyak manfaat. Dalam pelaksanaan retreat yang berlangsung sejak 21-28 Februari.
Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes menyatakan ada kesan yang sangat positif bahwa retret Magelang ini bisa menyatukan Indonesia.
“Pasalnya semua kepala daerah kumpul di sini dan ini adalah moment yang paling mahal. Kalau materi, beberapa kepala daerah petahana, seperti saya sudah mengetahui atau malah sering menerima terutama dari kementerian-kementerian,” katanya.
Kepala daerah juga mendapatkan pemahaman baru dengan kondisi global, dimana terbentuk banyak blok-blok militer maupun ekonomi baru yang itu akan menempatkan Indonesia dalam banyak tantangan. Sehingga kebersamaan ini menumbuhkan semangat untuk menjadikan Indonesia memiliki daya saing tingkat global dan lebih maju.
“Kami peserta retret ini akhirnya memiliki pemahaman dan kepentingan besar, bahwa semua kepala daerah dari ujung barat ke timur maupun ujung utara hingga selatan harus kompak dan memiliki kebersamaan dengan pemerintah pusat,” tegasnya. (**).




















