MARTAPURA, KALSEL – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin berjanji akan memberikan bantuan tunai kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp200 ribu per rumah, menyesuaikan tingkat dampak banjir yang dialami warga.
H Muhidin menegaskan, bantuan uang tunai tersebut berasal dari dana pribadi miliknya sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Itupun syaratnya harus lengkap pengajuan tertulis ke BPBD Kalsel,” urai H Muhidin.
Selain bantuan tunai, warga terdampak juga akan menerima bantuan sembako yang disiapkan melalui dinas terkait. “Yang terdampak banjir akan kita bantu. Kalau dampaknya berat bisa Rp200 ribu, kalau lebih ringan Rp100 ribu. Tapi datanya harus lengkap dan jelas,” ujar H. Muhidin saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungaitabuk Kabupaten Banjar.
Dia menekankan bahwa pendataan dilakukan secara detail per rumah, bukan secara kelompok. Setiap kepala keluarga harus tercatat dengan jelas, dilengkapi identitas dan jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut.
Menurutnya, bantuan tidak diberikan secara merata tanpa melihat tingkat dampak banjir. “Airnya harus benar-benar masuk ke rumah, bukan cuma di mata kaki. Data per rumah harus tertulis, siapa kepala keluarganya, berapa orang yang tinggal di situ,” jelasnya.
Gubernur juga memastikan bantuan tidak hanya difokuskan di Martapura, tetapi akan disalurkan ke seluruh daerah di Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Dia meminta masyarakat atau aparat desa untuk segera melaporkan jika masih ada wilayah yang belum tersentuh bantuan.
“Kalau ada daerah lain yang terdampak, silakan laporkan. Nomor HP Ketua BPBD aktif siang malam. Kalau laporannya valid dan dampaknya berat, kita langsung turun,” tegasnya.
Selain penanganan darurat, H. Muhidin juga menyinggung upaya jangka panjang pascabanjir, seperti normalisasi dan pelebaran sungai yang mengalami penyempitan, pengerukan sungai yang dangkal, hingga rencana pembangunan rumah panggung atau shelter dua lantai di kawasan rawan banjir.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kalsel itu berharap, melalui langkah cepat penanganan dan dukungan doa dari masyarakat, kondisi banjir di Kalimantan Selatan dapat segera membaik dan tidak kembali meluas. *




















