Komisi I DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja Diskominfo, Sebut sebagai Wajah Kota dan Mitra Strategis Smart City

SAMARINDA – Komisi I DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap berbagai program dan inovasi yang dijalankan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda dalam mendukung transformasi digital dan pelayanan publik. Apresiasi tersebut mengemuka dalam hearing antara Komisi I DPRD Samarinda dengan Diskominfo yang digelar di Ruang Rapat Wakil Ketua DPRD Samarinda, Senin (6/7/2026).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda Ronal Stepen Lonteng itu turut dihadiri Ketua Komisi I Samri Shaputra, anggota Komisi I Markaca, Muhammad Yusran, Suparno, dan Aris Mulyanata. Dari pihak Diskominfo hadir Kepala Diskominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, Sekretaris Diskominfo Suparmin, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Rika Handayani, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Syamsul Anwar, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ronal menegaskan bahwa Diskominfo memiliki posisi penting karena menjadi salah satu wajah Kota Samarinda di mata masyarakat.

“Saya membuka dulu konsep bahwa Diskominfo adalah wajahnya Kota Samarinda. Segala sesuatu yang dikerjakan pemerintah kota, salah satu wajahnya tergambar di Diskominfo,” ujarnya.

Menurut Ronal, keberhasilan pembangunan saat ini tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas layanan informasi, digitalisasi pemerintahan, serta kemudahan akses layanan publik yang dirasakan masyarakat.

Senada dengan itu, anggota Komisi I DPRD Samarinda Aris Mulyanata mengapresiasi kontribusi Diskominfo dalam mendukung program Smart City yang selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan Kota Samarinda.

“Saya apresiasi kerja-kerja Diskominfo karena untuk men-support program Smart City di Kota Samarinda sudah luar biasa,” katanya.

Aris menilai Diskominfo perlu terus diperkuat karena menjadi mitra strategis DPRD dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif dan berbasis teknologi.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah memaparkan sejumlah program yang telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah digitalisasi layanan kelurahan yang kini memungkinkan warga mengurus berbagai surat administrasi secara elektronik tanpa harus datang langsung ke kantor kelurahan.

“Sekarang masyarakat sebenarnya tidak perlu lagi datang ke kelurahan. Dari rumah sudah bisa berurusan. Hampir semua kelurahan sudah terdigitalisasi. Kalau prosedurnya dijalankan, rata-rata layanan bisa selesai sekitar tujuh menit,” jelasnya.

Aji mengatakan digitalisasi tersebut didukung tanda tangan elektronik sehingga pelayanan tetap dapat berjalan meskipun pejabat terkait sedang berada di luar kantor.

Selain layanan administrasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Samagov yang menjadi pusat integrasi berbagai layanan digital Pemerintah Kota Samarinda. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengakses layanan pemerintahan, memantau kondisi lalu lintas dan banjir melalui jaringan CCTV, hingga memperoleh informasi pelayanan publik lainnya.

Saat ini, lanjutnya, terdapat lebih dari 170 titik CCTV yang terintegrasi dan dapat diakses masyarakat untuk memantau berbagai kondisi di lapangan secara real time.

“Kalau hujan atau terjadi kepadatan lalu lintas, masyarakat bisa langsung melihat kondisi lapangan melalui CCTV yang tersedia di Samagov,” ungkapnya.

Diskominfo juga terus memperkuat layanan panggilan darurat 112 yang menjadi nomor tunggal penanganan keadaan darurat di Kota Samarinda. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan respons cepat, mulai dari kecelakaan hingga kondisi kedaruratan lainnya.

Tak hanya itu, program internet gratis juga menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian. Diskominfo telah menyediakan akses WiFi gratis di sejumlah ruang publik seperti Teras Samarinda, Citra Niaga, taman-taman kota, hingga beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses internet.

Aji menyebut intervensi khusus juga dilakukan di sejumlah kawasan blank spot seperti Loa Kumbar, Sungai Lantung, Batu Cermin, dan Brambai agar masyarakat dapat menikmati akses internet yang memadai.

“Di beberapa daerah yang belum terjangkau layanan internet, kami hadir memberikan akses WiFi gratis untuk mendukung kebutuhan belajar dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Dalam sesi diskusi, anggota Komisi I DPRD Muhammad Yusran menyoroti manfaat nyata berbagai program digitalisasi yang telah dijalankan Diskominfo. Ia menilai penting memastikan setiap program teknologi benar-benar dirasakan masyarakat serta terus dievaluasi agar tetap relevan dengan kebutuhan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Aji menjelaskan bahwa konsep digitalisasi di Samarinda dibangun secara terintegrasi. Hampir seluruh aplikasi pemerintahan dikembangkan oleh tim internal Diskominfo sehingga tidak bergantung pada pihak ketiga.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memperkuat kemandirian teknologi daerah sekaligus menjaga keamanan data pemerintah dan masyarakat.

“Semua kami kembangkan sendiri. Prinsipnya kami berupaya agar perangkat daerah tidak lagi bergantung kepada pihak ketiga untuk aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan,” tegasnya.

Komisi I DPRD Samarinda pun memastikan akan terus mendukung program-program Diskominfo yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan transformasi digital daerah. DPRD juga membuka ruang komunikasi agar kebutuhan penguatan infrastruktur digital dapat terus diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan ke depan.

“Kami memandang Diskominfo sebagai mitra strategis. Kalau memang programnya dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat, tentu akan kami berikan penguatan,” kata Ronal menutup rapat.(DON/KMF-SMR)