TEROPONGBORNEO.MY.ID, MALINAU – Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE menutup Festival Budaya Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau Tahun 2022 dihadiri bertempat di Lapangan Pro Sehat Pelangi Intimung panggung Padan Liu Burung, Minggu (27/2/22) Malam, yang ditandai dengan penyerahan juara lomba Festival budaya Dayak Lundayeh.
Adapun rangkain kegiatan yaitu lomba Band Kaliborasi Etnik Modern, Lomba Tari Kreasi Dayak Lundayeh, Lomba Solois Lagu Lundayeh, Lomba Cipta Lagu Dayak Lundayeh, Lomba Vocal Group dan Lomba Busana Adat Dayak Lundayeh.
Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE dalam sambutannya atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dayak Lundayeh secara khusus melalui panitia penyelenggara Festival Seni dan Budaya Lundayeh yang telah menyelenggara, atas terlaksananya, kegiatan yang telah terlaksana selama 7 hari. Dimulai dari hari senin tanggal 21 yang lalu.
Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE meminta kepada lembaga adat lainnya untuk turut serta menampilkan budayanya masing-masing kedepannya.
Sebelum menutup kegiatan tersebut, Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE mengatakan kekayaan Bumi Intimung bukan hanya sumber daya alam yang ada di Kabupaten Malinau, namun kekayaan Kabupaten Malinau juga ada pada budayanya yang luar biasa. Oleh sebab itu, Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE mengajak masyarakat Kabupaten Malinau untuk terus melestarikan budaya agar menjadi modal untuk Kabupaten Malinau sendiri.
“Festival ini menjadi modal buat kita untuk memperkenalkan Kabupaten Malinau lebih luas lagi. Hal ini nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Malinau ke depannya,” katanya.
Sehingga Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE berharap ada lembaga adat lain yang melaksanakan kegiatan festival seni dan budayanya masing-masing. Baik lembaga Adat Dayak lainnya maupun Suku Bulungan dan Tidung. Wempi menegaskan panggung Padan Liu Burung Kabupaten Malinau dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menampilkan setiap festival seni dan budaya adat masing-masing suku yang ada di Kabupaten Malinau.
“Dalam festival ini pula, saya mengharapkan masyarakat khususnya UMKM dapat menjual hasil karya maupun produk lokalnya. Manfaatkan event festival seni dan budaya ini agar dapat menaikan ekonomi masyarakat serta mengenalkan produk lokalnya,” tambahnya
Pemerintah Kabupaten Malinau telah menyediakan sekira 20 stand agar dapat dimanfaatkan untuk masyarakat untuk membangkitkan UMKMnya kembali. Hal ini sebagai solusi untuk memulihkan masyarakat UMKM yang sempat gulung tikar akibat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. “Semoga dari event ini dapat memberikan ruang yang maksimal bagi seluruh masyatakat Kabupaten Malinau. Satu hal lagi, tetap untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari Pemerintah Pusat,”pungkasnya. (admin-angga)
sumber – Prokompim Malinau

























