Masyarakat Maju Tidak Harus Kehilangan Identitas Adat dan Budaya

0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

BULUNGAN – Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala, SE, M.Si meresmikan Balai Adat sekaligus sanggar seni di Desa Paru Abang, Kecamatan Sekatak pada Kamis (10/8).

Wabup mengungkapkan, tempat tersebut sebagai wahana dan tempat untuk mengajarkan, mengamalkan, dan menularkan nilai-nilai adat istiadat serta seni budaya Dayak Bulusu kepada generasi penerus.

Wabup menyampaikan terima kasih, apresiasi dan dukungan yang positif atas keberadaan balai adat sekaligus sanggar seni Desa Paru Abang yang mendukung salah satu misi pembangunan di Kabupaten Bulungan.

Yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing, salah satunya melalui karakter adat seni serta budaya yang dipenuhi kearifan lokal.

Wabup mengungkapkan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, menyebabkan begitu derasnya aliran informasi berisi budaya dari berbagai belahan dunia yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai atau smartphone.

Padahal tidak semua budaya, perilaku maupun cara hidup yang ditampilkan tersebut, cocok atau sesuai dengan adat istiadat maupun budaya Bangsa Indonesia.

Hal tersebut menyebabkan nilai-nilai adat dalam keseharian maupun identitas adat pada generasi penerus terlihat semakin luntur dari hari ke hari.

“Dengan keberadaan balai adat sekaligus sanggar seni ini, saya berharap dapat menanamkan nilai dan kearifan budaya kepada generasi penerus agar dapat meresap dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Wabup.

Dilanjutkan, hal tersebut sangat penting guna memastikan tercapainya masyarakat yang maju tanpa harus kehilangan identitas di masa depan. Yaitu masyarakat yang dapat terus berkarya dan tidak terpengaruh pada adat dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan budaya lokal daerah.

“Untuk itu maksimalkan penggunaan balai adat sekaligus sanggar seni ini untuk generasi muda. Tularkan kepada mereka nilai-nilai adat kita agar dapat terus Lestari,” pesannya.

Ditambahkan, balai adat juga digunakan sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah dan bermufakat, dan tempat untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut kebutuhan masyarakat khususnya menyangkut adat.

“Jika hal-hal yang positif ini dapat dilakukan, maka keberadaan balai adat dan sanggar seni ini akan menjadi ladang pahala dan amal bagi kita semua, karena kita dapat menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan berdaya saing, melalui kegiatan pendidikan seni dan budaya maupun sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (*)

By Admin-TB.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%