Samarinda – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha kriya guna mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung Ketua Dekranasda Kaltim, Hj. Syarifah Suraidah, ke sejumlah sentra kerajinan di Samarinda dan Tenggarong (Kutai Kartanegara).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai stakeholder terkait dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Rangkaian kunjungan diawali di Rumah Tenun Rahma/Dina yang berlokasi di Jalan Pulau Bendahara Gang Pertenunan, Samarinda. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Manika Kaltim di Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda, dan ditutup di Pokan Taqak yang berada di Jalan Mangkuraja, Tenggarong.
Dalam setiap kunjungan, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Syarifah Suraidah bersama jajaran berdiskusi langsung dengan para perajin mengenai berbagai aspek pengembangan usaha kriya.
Pembahasan meliputi peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemilihan bahan baku, hingga strategi pewarnaan produk yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap minat pasar dan peningkatan penjualan.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antarperajin guna mendorong lahirnya produk-produk kriya khas Kalimantan Timur yang lebih inovatif, berkualitas, serta memiliki identitas budaya daerah yang kuat.
“Dekranasda Kaltim terus berupaya membangkitkan semangat para perajin kriya di Benua Etam agar mampu berkembang dan bersaing di pasar global. Pendampingan dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas produk lokal,” ujar Hj. Syarifah Suraidah di sela kegiatan, Senin (11/5/2026).
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Musa Widyatmodjo yang dikenal sebagai perancang busana nasional dan kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan strategis, seperti pameran Kriyanusa serta proses kurasi produk kerajinan. Kehadirannya memberikan motivasi sekaligus masukan kepada para perajin dalam meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
Di akhir kunjungan, Bunda sapaan akrab Hj. Syarifah Suraidah turut menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk lebih menghargai hasil karya para perajin.
“Hargai hasil tangan para pengrajin, karena proses pengerjaannya sangat rumit dan membutuhkan waktu yang tidak singkat,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur berharap para pelaku usaha kriya di daerah semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas produk lokal sebagai bagian dari penggerak ekonomi kreatif daerah. (***)




















