Warga Miskin Ekstrem Terbanyak di Samarinda Utara

SAMARINDA – Setiap daerah kini memiliki tanggung jawab untuk mengentaskan kemiskinan, terutama yang tergolong miskin ekstrem. Namun kenyataannya setiap kota-kota besar memiliki sisi ketingmapangan sosial. Termasuk Kota Samarinda dengan jargon Kota Pusat Peradaban.

Sebelumnya diketahui jumlah penduduk miskin ekstrem di Kota Samarinda sebanyak 9 ribu orang. Angka itu termasuk dari 42 ribu warga yang tergolong miskin. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyatakat (Dinsos PM) Kota Samarinda, Isfihani mengatakan, pihaknya juga baru saja mengupdat data warga miskin yang diambil dari program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Program ini berasal dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan 2022.

Isfihani meluruskan bahwa data 9 ribu masyarakat, tepatnya mencapai 9.032 orang di Samarinda tergolong miskin ekstrem. Kriteria mereka disebut miskin ekstrem adalah memiliki penghasilan senilai 1,9 dolar/bulan atau senilai Rp 32 ribu/bulan. “Itu berdasarkan perhitungan dari P3KE, dan itu masih ada di Samarinda,” ujar Isfi, sapaannya, usai menghadiri bimbingan teknis (bimtek) untuk P3KE, di Hotel Grand Sawit.

Seperti diketahui Presiden RI Joko Widodo telah mengamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tetang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Bahkan ditargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa ditekan hingga nol persen.

“Itulah tujuannya kami laksanakan workshop. Seluruh OPD harus berkolaborasi bersama lurah dan camat untuk melakukan intervensi,” paparnya.

Adapun bentuk intervensi itu adalah dengan mengurangi beban keuangan masyarakat miskin ekstrem melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), khususnya terhadap warga yang tergolong miskin ekstrem tersebut. Direncanakan Isfi, nantinya masing-masing penerima bantuan akan mendapat BLT sebesar Rp 300 ribu/orang/bulan.

“Kedua membangun usaha ekonomi produktif. Sehingga mereka akan mendapatkan pembinaan untuk bisa menjalankan usaha dengan profesional,” tuturnya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pengentasan di daerah yang menjadi kantong-kantong kemiskinan di Samarinda. Isfi mengakui angka kemiskinan di Kecamatan Samarinda Utata yang paling tinggi, mencapai 1.503 jiwa. “Salah satu kegiatan kami untuk pengentaskan kantong-kantong kemiskinan yaitu bedah rumah,” pungkasnya. (admin-TB)