TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Bulungan siap memulai tahun ajaran baru pada 16 Juli 2026. Sejumlah persiapan terus dimatangkan, mulai dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hingga pemenuhan tenaga pendidik.
Kepastian tersebut disampaikan saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menerima audiensi perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jajaran SMA Unggul Garuda Bulungan di Ruang Rapat Sekprov, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (10/7).
Audiensi dihadiri perwakilan Kemdiktisaintek Euline, Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda Bulungan Adhi Sulandani Pangreksa, wakil kepala sekolah, serta jajaran lainnya.
Sekprov Denny menjelaskan, pada gelombang pertama terdapat tujuh siswa putra asal Kaltara yang akan mengikuti proses pembelajaran.
“Insya Allah tanggal 16 sudah mulai pembelajaran tahun ajaran baru. Sementara waktu, proses belajar mengajar akan dipusatkan dulu di Konawe Selatan sambil menunggu pembangunan fisik sekolah di Bulungan selesai yang ditargetkan rampung pada Januari mendatang. Setelah sekolah siap digunakan, para siswa akan kembali belajar di Bulungan,” katanya
Selain kesiapan peserta didik, pertemuan juga membahas kebutuhan tenaga pengajar. Saat ini masih terdapat kekurangan sekitar delapan formasi guru yang akan dipenuhi melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Denny, Pemprov Kaltara akan mengupayakan skema insentif yang kompetitif agar mampu menarik guru-guru terbaik untuk mengabdi di SMA Unggul Garuda.
“Kita diskusikan formula yang tepat. Jangan sampai yang ditawarkan lebih rendah dari yang diterima ASN saat ini. Minimal sama, bahkan lebih baik agar menjadi daya tarik bagi guru yang ingin mengajar di SMA Unggul Garuda,” ujarnya.
Pemprov Kaltara juga mendukung identitas lokal di lingkungan sekolah. Sesuai arahan Gubernur Kaltara, nantinya SMA Unggul Garuda Bulungan akan menggunakan ornamen khas daerah seperti Batik motif Kaltara dan penutup kepala tradisional Singal sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya lokal. (dkisp)

























