Kapolres Nunukan Daftarkan 8 Murid SD ke Sekolah, Ini Penyebabnya

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

NUNUKAN – Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara, AKBP Taufik Nurmandya, terlihat menggandeng sejumlah anak-anak berseragam Sekolah Dasar (SD), di hari pertama masuk sekolah pasca liburan kenaikan kelas, Senin (17/7/2023). Sedikitnya, ada 8 anak yang diantar motor patroli Polisi.

Dan layaknya orang tua murid, Taufik mengantarkan mereka bersekolah, menyerahkannya langsung ke guru, untuk memperkenalkannya kepada teman-teman sekolahnya. ‘’Ini sebagai bentuk perhatian kita terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di perbatasan RI – Malaysia. Jangan karena alasan ekonomi, hak pendidikan mereka diabaikan begitu saja,’’ ujar AKBP Taufik Nurmandya.

Menurut Taufik, 8 anak anak SD dimaksud, sebagian besar adalah anak eks TKI Malaysia. Mereka terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi, sehingga pada usia sekecil itu, mereka terpaksa membantu orang tuanya bekerja mencari nafkah sebagai buruh ikat rumput laut.

Anak anak tersebut, awalnya ditemukan oleh Tim Patroli Perintis Presisi, Sat Samapta Polres Nunukan. Tim Patroli, menyisir mes mes rumput laut di sepanjang pesisir Pulau Nunukan, dan menemukan sejumlah anak usia sekolah tengah serius mengikat bibit rumput laut.

Yang mengejutkan, mereka ternyata belum pernah mengenyam pendidikan, atau putus sekolah. ‘’Kita jaring mereka yang tidak bersekolah, atau sudah pernah sekolah tapi keluar. Mayoritas mereka ini usianya sudah 9 tahun, namun belum bersekolah. Ternyata karena statusnya eks TKI, mereka sulit bersekolah karena kendala dokumen kependudukan,’’ tutur Taufik.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Polisi kemudian membantu kepengurusan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Nunukan, sembari menugaskan para anggota Patroli, untuk mengajarkan mereka, baca, tulis dan hitung (calistung) di rumah belajar.

Setelah lancar calistung, Polisi selanjutnya menyiapkan segala keperluan sekolah mereka, mulai seragam, sampai dengan alat-alat tulis, bahkan mengantar langsung ke sekolah. Dari 8 anak dimaksud, sebanyak 6 anak disekolahkan di SDN 010 Nunukan, dan 2 anak, di SDN 006 Nunukan, sesuai zonasi rumah mereka.

‘’Kita ada di perbatasan Negara. Jangan sampai keterbatasan yang ada, membuat anak-anak kita juga dibatasi oleh keadaan dan tidak mengenyam pendidikan layak. Kami akan terus menjaring anak-anak dengan kondisi demikian, untuk memastikan mereka wajib sekolah,’’ tegas Taufik.

Polres Nunukan juga sudah bekerja sama dengan para relawan literasi di Nunukan untuk mencerdaskan anak anak di perbatasan Negara. Ada 3 unit rumah belajar yang disiapkan di Pulau Nunukan, dan 1 unit rumah belajar di Pulau Sebatik.

Sejumlah Polisi, bahkan terjadwal secara intens sebagai tenaga pengajar, untuk menunjang keberlangsungan program kepedulian atas nasib pendidikan anak di batas negeri. ‘’Kita terus lakukan patroli dan menyaring anak-anak yang belum sekolah. Memang mayoritas anak anak yang kita temukan bukan penduduk asli Nunukan, melainkan pendatang. Tapi selama mereka Warga Negara Indonesia, dia berhak mendapat hak pendidikan sebagai warga Negara,’’ tegasnya. (*)

By : Admin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%