Dekranasda Kaltara Gelar Pelatihan Batik 2025, Perkuat Kreativitas dan Daya Saing Pengrajin Lokal

BULUNGAN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Utara (Kaltara) Hj. Rahmawati Zainal, S.H., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membatik Tingkat Lanjutan dan Penguatan Teknik Pewarnaan Alam.  Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si dan Ketua Dekranasda Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani beserta narasumber dan ibu – ibu yang hadir.

Bimtek yang akan berlangsung selama lima hari, dimulai dari 22-27 Oktober 2025, ini dilaksanakan di Rumah Kemasan Disperindagkop dan UKM Provinsi, Desa Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Rabu (22/10/2025).

Ketua Dekranasda Kaltara Rahmawati menyebutkan tujuan dari bimtek ini, yaitu untuk meningkatkan kemampuan dalam proses membatik, serta memanfaatkan potensi bahan pewarna alami lokal agar memiliki nilai tambah dan memiliki daya saing tinggi.

Bunda Literasi Kaltara ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Bimtek yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltara, serta ucapan terima kasih kepada 2 pelatih profesional dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.

“Dalam pelatihan ini, nantinya kita akan memberikan materi mengenai teknik pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar,” ujarnya.

Menurut Rahmawati, dalam penggunaan pewarna alami pada kain batik tidak hanya akan menghasilkan warna yang indah saja, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai ramah lingkungan. Ungkapnya.

Sementara Ketua Dekranasda Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani menegaskan pentingnya menjaga batik sebagai warisan budaya sekaligus mendorong pengrajin untuk terus berinovasi pada motif, pewarnaan, dan desain agar mampu bersaing dengan produk fashion global.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi, serta akan berlangsung 5 hari. Materi yang diberikan mencakup desain fashion batik, pewarnaan alami, konsep industri hijau, hingga praktik membatik langsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan batik khas Bulungan Kalimantan Utara semakin dikenal luas dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif daerah. Ia menyampaikan harapan agar pengrajin batik khususnya di Bulungan, dapat terus mengembangkan kemampuan membatik mereka dan menghasilkan batik-batik lokal yang memiliki nilai ekonomi.

“Pengrajin batik lokal perlu mendapatkan upgrade kemampuan mereka dalam membatik. Ini juga salah satu bentuk pelestarian budaya khususnya batik lokal,” ucap Sri Nurhandayani. **