Momentum Hardiknas 2026, Wagub Kaltim Seno Aji Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

SAMARINDA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dan sarat makna. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Upacara yang digelar di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (2/5/2026), diikuti oleh jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tenaga pendidik, pelajar, serta perwakilan berbagai instansi pendidikan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Seno Aji membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, serta menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.

“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan merupakan proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia, sebagaimana nilai-nilai yang telah diletakkan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem among—asah, asih dan asuh.

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun watak dan peradaban. Pendidikan juga diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri dan bertanggung jawab.

Dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan menjadi bagian penting dari visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning) sebagai program prioritas peningkatan mutu pendidikan. Pendekatan ini menekankan pada proses pembelajaran yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis ; Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan didukung sarana memadai.

Hingga 2025, revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, sementara digitalisasi melalui papan interaktif digital telah dimanfaatkan di ratusan ribu sekolah.

Kedua, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa, pelatihan kompetensi, serta peningkatan tunjangan. Guru diposisikan sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan, sehingga dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraannya terus diperkuat.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Program budaya ASRI, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga kegiatan kepramukaan menjadi bagian dari upaya membentuk generasi berkarakter.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pendekatan STEM, yang dilengkapi dengan Tes Kemampuan Akademik sebagai alat evaluasi capaian pendidikan.

Kelima, perluasan akses pendidikan yang merata melalui berbagai skema layanan, termasuk pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, hingga pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Seno Aji juga menekankan bahwa Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan.

Ia berharap pendidikan di Kalimantan Timur semakin maju, inklusif, dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. (*)