Wamendikdasmen Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Para Pendidik

Samarinda, Kaltim – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur pada 2–3 Juli 2026. Kunjungan tersebut diisi dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari Diskusi Panel Pendidikan di Samarinda hingga meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Balikpapan.

Dalam diskusi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tersebut, Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya membangun sinergi komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh ekosistem pendidikan guna mewujudkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

“Kemajuan pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang kuat, dan kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang dirancang di tingkat pusat dapat diterapkan secara efektif di daerah. Dengan sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan relevan bagi seluruh anak Indonesia,” ujarnya.

Sesi dialog berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai unsur dan jenjang pendidikan. Para guru, kepala sekolah, pengawas, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penyempurnaan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

Diskusi Pendidikan yang digelar pada Kamis (2/7/2026) ini dipandu oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong transformasi pendidikan, khususnya di Kalimantan Timur.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan, sehingga berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi bersama demi mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (Red).