SAMARINDA – Diduga tidak bisa berenang, Azam Arahan bocah umur 7 tahun tidak bisa berenang di sungai Mahakam, sementara itu, Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di Sungai Mahakam, tepatnya di sekitaran Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 9, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian membahayakan manusia sekitar pukul 11.00 Wita dan langsung menurunkan personel ke lokasi.
“Kami menerima laporan satu orang anak atas nama Azam Arahan, usia 7 tahun, diduga tenggelam di Sungai Mahakam. Begitu laporan masuk, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan metode penyelaman di sekitar lokasi kejadian perkara,” terangnya.
Pada hari pertama operasi, pencarian difokuskan pada penyelaman di titik kejadian. Jika kondisi tidak memungkinkan, tim akan melanjutkan penyisiran menggunakan alat pancing tradisional atau fisher yang biasa digunakan masyarakat setempat.
“Sesuai prosedur operasi SAR, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Jika korban belum ditemukan, penyisiran akan diperluas ke arah hilir sungai,” tambahnya.
Dalam operasi ini, Basarnas menurunkan enam personel yang didukung unsur TNI, Polri, BPBD, Disdamkar, relawan, masyarakat, serta keluarga korban.
Hingga pukul 17.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.
Sementara ayah korban menyebutkan bahwa putranya tidak memiliki kemampuan berenang. Karena itu, setiap kali ingin mandi di sungai, Azam selalu meminta izin dan harus ditemani orang tuanya.
“Anak saya tidak bisa berenang. Kalau mau mandi di sungai, pasti minta izin dan saya temani,” ujar ayah korban, Sahrul (38), saat ditemui di lokasi pencarian.
Sahrul menuturkan, keseharian putranya hanya bermain di sekitar bantaran sungai dan tidak pernah mandi sendiri. Informasi tenggelamnya sang anak pertama kali ia terima dari warga sekitar.
“Ada tetangga yang memberi tahu ada anak kecil tenggelam. Saya langsung ke sini, tapi anaknya sudah tidak ada,” katanya.
Pada hari kejadian, Azam diketahui baru pulang sekolah dan masih mengenakan pakaian kaos. Menurut Sahrul, sebelum kabar tersebut diterima, ia menyadari anaknya berada di sekitar lokasi kejadian. **






















