Wabup Minta Pelaku Usaha Berikan Keamanan Pangan Ke Masyarakat

0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

TANJUNG REDEB (BERAU), teropongborneo.my.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) keamanan pangan angkatan I pada pelaku usaha / UMKM Frozen food, pada Rabu (9/6/2021), di ruang rapat Sangalaki Kantor Bupati.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Berau H. Gamalis, Se Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Timur.

Dan Pelaksanaan KIE ini direncanakan berlangsung empat angkatan secara bertahap hingga bulan Juli nanti. Dengan peserta bertahap mulai dari pelaku usaha/UMKM, kader PKK, posyandu hingga pelajar dan masyarakat. Harapannya, terwujud keamanan pangan yang baik, tidak hanya dari sisi rasa tapi kesehatan juga.

Wakil Bupati Berau H. Gamalis, SE dalam sambutannya menjelaskan agar kedua pihak baik itu konsumen dan pelaku usaha atau produsen bisa bersama-sama dalam menjaga keamanan pangan. “Pelaku usaha punya kesadaran ciptakan produk berkualitas, sementara konsumen peka untuk pilih produk yang sehat,” ungkapnya.

H. Gamalis juga menegaskan, agar mengutamakan dan menjaga kualitas produsen yang disajikan kepada masyarakat. Sehingga tidak serta merta mengejar laba atau keuntungan, dan Jadi produsen harus memperhatikan kesehatan, tidak semata – mata mencari keuntungan, katanya.

Jadi konsemen sendiri juga harus cerdas memilih produk, dan jangan hanya merasa nyaman,  maka penekanan kami agar konsumen yang baik, jadilah konsumen yang cerdas, maka dengan terbukanya dunia perdagangan, tentu saja menghasilkan produk pangan yang beragam.

 

Hal ini lah yang harus selalu diwaspadai.dan “Aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Mari kita jadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan berkualitas untuk jangka panjang.” ungkap Gamalis.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Berau, Iswahyudi juga menyampaikan bagi produsen yang memproduksi makanan beku harus mengantongi ijin dari instansi terkait, dalam hal ini Balai POM, untuk memberikan jaminan kepada konsumen.

Iswahyudi, dalam memproduksi barang ada pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi, dan disisi lain produksi serta kwalitasnya dapat ditingkatkan juga, belum lagi kemajuan teknologi yang pesat saat ini menjadi tantangan utama bagi seluruh pihak. katanya. (red/er)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%