BALIKPAPAN — Di tengah dinamika kebijakan anggaran daerah, perhatian terhadap peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di Balikpapan terus menjadi prioritas. Program pelatihan dan pengembangan diri bagi para pegawai negeri tetap dijalankan demi menjaga kualitas pelayanan publik.
Langkah ini menjadi penting mengingat peran ASN sebagai garda terdepan dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah menghadapi tantangan baru berupa pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) tahun depan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Balikpapan, Purnomo, memastikan kegiatan pelatihan bagi ASN tidak akan terganggu oleh kebijakan tersebut.Ia menegaskan, peningkatan kompetensi tetap menjadi fokus utama hingga akhir tahun. “Itu kami masukkan dalam program peningkatan kompetensi bagi ASN, baik PNS maupun PPPK,” ujar Purnomo.
Menurutnya, pelatihan ASN tahun ini masih berlangsung hingga Desember, dengan kuota minimal 20 jam pelajaran untuk PNS dan maksimal 24 jam untuk PPPK setiap tahun.
Program pelatihan tersebut dibuka melalui beberapa jalur. Pertama, melalui usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyesuaikan kebutuhan internal masing-masing instansi. “Kedua, BKPSDM juga membuka pelatihan mandiri untuk satu atau dua angkatan,” imbuhnya.
Purnomo menjelaskan, umumnya program yang diusulkan OPD muncul karena adanya tawaran kerja sama dari kementerian atau lembaga. “Biasanya mereka mengajukan pembiayaannya kepada kami setelah mendapat penawaran tersebut,” ujarnya.
Meski tahun depan akan terjadi pemangkasan TKD, Purnomo berharap rencana pelatihan tidak terdampak signifikan. Ia menilai, kegiatan ini penting untuk menjaga kualitas dan profesionalisme ASN di Balikpapan. **





















