Resmikan Embung Maluhu, Bupati Harap Bisa Mengairi Sawah

KUKAR – Bupati Kukar Edi Damansyah meresmikan fasilitasi Embung Maluhu yang mengairi persawahan warga setempat. Embung Maluhu yang ada di RT 19, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, akhirnya diresmikan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Manfaat embung itu sangat dirasakan para petani yang ada di lima RT di Maluhu, utuk mengairi sawah-sawah mereka.

Bupati juga menjelaskan Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani telah merasakan manfaatnya. Fasilitas Embung Maluhu di RT 19, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, akhirnya diresmikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, Rabu (23/4).

Embung ini mengairi persawahan yang ada di lima RT. Yakni RT 17, 18, 19, 20, dan RT 21. Sebagai infrastruktur penunjang pertanian, Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan embung ini sesuai dengan keperluan kelompok tani (poktan) di Maluhu.

“Kami ingin embung ini dimanfaatkan dengan baik, dan kami ingin memastikan bahwa embung sudah selesai dan mulai difungsikan untuk menunjang produktivitas pertanian,” tutur Edi.

Embung itu berdiri di atas lahan setengah hektare, dan menampung air sebanyak tiga ribu meter kubik. Kehadiran embung ini dapat mengairi pertanian milik sejumlah poktan di Maluhu seluas 15 hektare.

Pun Edi menyebut, embung ini adalah komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan sektor pertanian. Mengingat saat ini permasalahan utama petani di Kukar adalah kebutuhan sumber air. Dan adanya embung ini diharapkan dapat menjadi kunci petani Maluhu meningkatkan produktivitas mereka.

“Kami harap warga dapat menjaga amanat mengelola, dengan merawat dan menjaga embung ini dengan penuh manfaat. Karena infrastruktur pertanian ini adalah fokus utama kami,” tegasnya.

Edi mengatakan, pertanian di Kukar sudah dikerjasamakan dengan TNI melalui Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang. Mulai dari pembangunan Jalan Usaha Tani, embung, saluran irigasi hingga sumur bor. Kolaborasi ini tertuang dalam Program Karya Bhakti hingga TMMD.

“Kolaborasi ini berjalan dengan baik, dan dari evaluasi kami memang air itu adalah permasalahan utama petani. Insya Allah akan kami terus penuhi di seluruh kecamatan Kukar,” tutup Edi. (Red/adv)