Pelaku Pencurian Sekaligus Ujaran Kebencian Dibeberkan Kepada Media di Tangkap

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

SAMARINDA–SL (29) tertunduk lemas. Dia tak berdaya saat dihadirkan ke awak media. Karena jemarinya yang “lincah” di dunia maya, justru mengantarkannya ke hotel prodeo. Parahnya, handphone yang digunakan adalah barang bukti curian yang sebelumnya dilakukan.

Pelaku mengunggah foto Muhammad Zaini Abdul Ghani alias Abah Guru Sekumpul dengan keterangan melecehkan, bahkan berisi ujaran kebencian, dan disebar melalui media sosial (Facebook) di salah satu grup, yakni Bubuhan Samarinda.

Ditelusuri oleh jajaran Satreskrim Polresta Samarinda, ujaran kebencian yang membuat sejumlah komunitas Bubuhan Banjar itu geram turut diunggahnya di lima grup besar Facebook menggunakan nama akun Putra Kelana.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat jumpa pers (31/7) menjelaskan, tindakan itu dilakukan SL untuk mengalihkan perhatian Marzuki, si pemilik handphone. Dengan maksud menjebak korban, seolah-olah korban yang mengunggah ujaran kebencian tersebut. “Ya maksudnya biar perhatian itu teralihkan ke korban.

Dengan maksud agar dia tak dicari-cari dan fokus hanya ke korban,” ujar Ary. “Niatnya mem-posting itu biar korban (Marzuki) celaka, dan dengan bebas menguasai HP korban,” sambung perwira berpangkat melati tiga tersebut. SL dengan lincah mengambil handphone dan karena Facebook yang bersangkutan mudah diakses, diunggah foto wajah Abah Guru Sekumpul dengan kata yang kurang pantas. “Tidak ada kejahatan yang sempurna. Anggota langsung bergerak cepat memburu pemilik akun, yakni Marzuki. Dari keterangan korban ternyata HP-nya hilang dicuri,” tegas Ary.

Hubungan korban atau pelaku adalah rekan kerja. SL ternyata pendatang asal Banjarmasin, Kalsel, yang meminta pekerjaan kepada Marzuki. Korban yang merupakan pengawas pekerja mengajak pelaku untuk bekerja di kawasan Kecamatan Sungai Kunjang.

Kepada awak media, SL mengaku memang tinggal dan besar di Banjarmasin dan mengenal betul siapa Abah Guru Sekumpul. “Lahir di Samarinda. Tapi besar di Banjarmasin karena orang tua asal sana. Jadi sangat tahu siapa beliau (Abah Guru Sekumpul),” ucapnya dengan nada pelan.

Terkait pencurian, niat SL muncul begitu saja lantaran tak memiliki gawai. “Saya baru ikut kerja. Ingin HP-nya saja. Tidak tahu kok khilaf posting begitu (foto Abah Guru Sekumpul). Saya minta maaf,” akunya.

Atas perbuatannya, SL disangkakan Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (2), Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang TI Nomor 11/2008 tentang ITE, serta Pasal 363 KUHP. “Ancaman 8 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” pungkasnya. (*)

By : Admin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%