Kubangan Maut yang Tewaskan Enam Anak, DPRD Balikpapan Telusuri Izin Lahan

BALIKPAPAN– DPRD Balikpapan bergerak cepat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait insiden enam anak meninggal dunia. Setelah tenggelam di kubangan RT 37 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Kegiatan itu diikuti ketua RT setempat, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan pengembang. Berdasarkan hasil RDP, Sekretaris Komisi III Ari Sanda menyebutkan kejadian duka ini tentu ada sebab dan akibat.

“Penyebab dari munculnya atau terbentuk kubangan hingga akhirnya menelan korban,” bebernya. Itu berasal dari aktivitas pengerukan yang dilakukan pengembang di area tersebut.

Namun terkait status kepemilikan lahan, wakil rakyat di legislatif mengaku belum tahu persis. Akibat yang timbul tetap terkait dengan aktivitas dilakukan pengembang.

Dia menjelaskan, saat RDP pengembang tidak mengakui bahwa lahan milik mereka. Namun mereka menyatakan siap untuk bertanggung jawab. “Soal pengakuan itu sendiri memang belum ada. Kami bersama OPD akan menelusuri seluruh izin, dokumen set plan, serta proses awal pengerjaan,” bebernya.

Sembari berjalan juga proses investigasi di kepolisian. Hasil dari semua temuan akan dikumpulkan dan tindak lanjut pada tahap berikutnya. Komisi III DPRD Balikpapan menunggu hasil penelusuran terlebih dahulu untuk bisa menyimpulkan penyebab. “Apabila ditemukan ada pelanggaran oleh developer, tentu akan ada sanksi yang kami rekomendasikan,” tegasnya.

Meski seluruh proses perizinan sudah mereka tempuh. Namun setelah muncul enam korban jiwa, pihaknya ingin membuka tabir baru dan melihat kembali apa yang terjadi sebenarnya. “Kita tunggu hasil pemeriksaan dari OPD terkait mengenai kondisi dan temuan di lapangan,” ungkapnya. Ari berpendapat, semua ini bentuk kelalaian dari berbagai pihak.

Baik pengembang, OPD, maupun DPRD Balikpapan sebagai pengawas. Sehingga masalah itu sudah menjadi tanggung jawab bersama. Enam jiwa itu bukan jumlah yang kecil. Mereka adalah anak-anak bangsa yang seharusnya kita jaga keselamatannya. “Saya mengimbau seluruh stakeholder di Pemkot Balikpapan terus memberikan kenyamanan bagi warganya,” ucapnya.

Sementara khusus kepada OPD terkait, dia meminta ada atensi lebih terhadap pengembang. Terutama memastikan setiap proses investasi berjalan sesuai prosedur yang benar. “Semoga ke depan, tidak terjadi lagi tragedi yang tidak kita inginkan seperti hari ini,” harapnya. (*)