KNTI Kaltara Rembuk Nelayan, Minta Kemudahaan Mendapatkan BBM

1 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

TARAKAN – Rembuk nelayan merupakan forum konsolidasi, dialog, dan temu gagasan antara nelayan dan pemangku kepentingan terkait, gagasan ini dilaksanakan oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPP KNTI) Kaltara, Kegiatan ini juga yang dilaksanakan di Pesisir laut Kota Tarakan atau Taman Berlabuh Kalimantan Utara, Rabu 15 Februari 2023.

Selain itu Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sebagai pendidik nelayan juga memiliki komitmen untuk memperjuangkan semua hal yang terkait dengan hajat hidup dan kepentingan masa depan nelayan tradisional.

Dan kegiatan Rembuk Nelayan Provinsi Kalimantan menghadiri 5 perwakilan nelayan atau anggota KNTI, setiap Kabupaten / Kota, selain itu hadir pada acara tersebut, Ketua Umum DPP KNTI Dani Setiawan, Ketua Dewan Pembina DPP KNTI M. Riza Damanik, Ph, D juga sebagai staf khusus Menteri Koperasi dan UKM, Perwakilan Menteri Perikanan dan Kelautan Budisulistio serta Walikota Tarakan yang mewakili, Kantor KKP Tarakan, Polres Tarakan, Polda Kaltara, Dinas Perkinana dan Kelautan Kaltara, Anggota DPRD RI Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A., Migas dan Pertamina Pak Ketut. Perwakilan TNI.

Awal sambutan Rustam Ketua KNTI Kaltara mengatakan Kegiatan Rembuk Nelayan bertujuan untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi nelayan terkait bagaimana mengakses dan ketersediaan BBM bersubsidi untuk nelayan tradisional dan mengoptimalkan anggaran BBM Bersubsidi untuk sektor perikanan dan kelautan, serta Kebutuhan BBM merupakan hal krusial bagi para nelayan.

Saat ini, harga BBM di Indonesia melambung tinggi. Harga BBM yang tinggi akan berpengaruh pada aktivitas para nelayan belum lagi mendapatkan juga sulit malah di kurangi stok penyalurannya untuk nelayan.

KNTI Kaltara juga berharap dengan adanya kemudahan regulasi penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan yang berhak dan para nelayan juga berharap tersedianya beberapa SPBU dilokasi nelayan untuk mempermudah akses mendapatkan BBM. Dalam rangka penyaluran BBM bersubsidi juga perlu diperketat patroli keamanannya mengingat banyaknya permasalahan yang timbul di lapangan, ungkap Rustam Ketua KNTI Kaltara.

Saat inilah kita berbicara, disini ada Anggota DPRD RI, insallah akan memperjuangankan hak nelayan, Seperti pelanggaran penangkapan ikan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang, termasuk penangkapan ikan menggunakan kapal di atas 5 GT, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.,

Rustam berharap “Mudah-mudahan bisa direalisasikan karena memang ada komitmen antara Kementerian Kelautan dengan Kementerian Koperasi, Kementerian BUMN, ada kolaborasi untuk mengupayakan bagaimana caranya BBM bersubsidi bisa bisa lancar. Apalagi dijamin oleh anggota DPR RI sudah menjanjikan bahwa akan dibangun Sumber Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBM) untuk nelayan,” jelasnya.

Dani Setiawan Ketua Umum DPP KNTI Dani Setiawan, sangat berterimakasih dan apresiasi terlaksananya kegiatan Rembuk Nelayan Kaltara, memang perlu kita sampaikan asperasi nelayan di kaltara untuk pemerintah baik provensi dan kota hingga pusat, sekarang hadir anggota dewan terhormat DPRD RI RI Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A., yang akan memperjuangkan hak nelayan di Kaltara, ungkap Dani di hadapan para anggota KNPI dan masyarakat nelayan.

Lanjut Dani mengatakan bahwa sangat perlu nelayan baik nelayan kecil dan tradisional berhak mendapatkan perlindungan, kesejahteraan dan keluarganya,  karena nelayan adalah pahlawan Indonesia, kalau tidak ada nelayan maka tidak ada ikan segar, udang, kepiting dan lainya, maka tidak ada generasi yang pintar penerus bangsa. Jelasnya.

Sementara Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A., anggota DPRD RI RI mengatakan dengan jelas akan membantu perjuangan serta keperluan nelayan khususnya Kaltara misalkan saja penyaluran subsisi BBM akan di realiasikan sebelum turun Kepres, karena dibutuhkan anggaran sekira Rp 300an juta untuk peralatannya membangun khusus SPBU Nelayan.

Selain itu ada bantuan kapal tangkap, “Saya janji akan memberikan kapal dengan bobot 10 GT untuk masing-masing daerah, jadi 5 kapal. Kemudian membangun di sini pilot project untuk SPBUN di Tarakan, lalu asuransi untuk 5 ribu (nelayan) selama 1 tahun, ada ambulans air juga untuk komunitas yang ada di pesisir, di sungai-sungai, supaya bisa diangkut ketika ada kasus penyakit berat,” ungkap Deddy. (admin-TB/ER).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%