Emisi Karbon Secara Bebas Akan Dijual

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

SAMARINDA – Pemprov Kaltim berencana akan menjual sisa emisi karbon secara bebas pada tahun 2023 ini. Hal demikian disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor dalam Peringatan HUT ke-66 Provinsi Kaltim di DPRD Kaltim beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan Provinsi Kaltim mulai mendapatkan insentif atau kompensasi atas penurunan emisi karbon sebesar USD 110 juta dari Bank Dunia dan jumlah tersebut sama dengan Rp1,65 triliun. Sementara untuk sisa emisi karbon, rencananya akan dijual secara bebas kepada pembeli di dunia.

“Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan, saya akan menjual emisi karbon secara bebas melalui cara melelang kepada para pembeli di dunia,” ucapnya.

Ia menerangkan, ada sisa kurang lebih 8 juta metrik ton yang belum mendapatkan kompensasi yang dimiliki oleh Kaltim.

“USD 110 juta itu adalah sebuah nilai untuk 22 juta metrik ton equivalent carbon dioxide, dengan harga USD 5 per ton, dan dapatnya kurang lebih USD 110 juta,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan untuk menjual sisa emisi karbon Kaltim, ucap Isran. Harga emisi karbon di dunia mencapai kurang lebih USD 12 per ton. Bahkan salah satu perusahaan energi terkemuka di dunia yakni Shell, bisa membeli  hingga USD 25 per ton.

“Bisa kita bayangkan, kalau bisa 8 juta metrik ton itu seharga USD 25 per tonnya, kita akan mendapatkan dana USD 200 juta, dan USD 200 juta itu kalau di konversi dengan kurs dolar sekarang, ini akan menghasilkan Rp3,2 triliun,” ungkap Isran.

“Dan ini hanya sisa emisi karbon yang belum mendapatkan kompensasi, belum lagi dilakukan validasi pengukuran yang tahap kedua, sudah mencapai 40 juta metrik ton, dan misalkan 40 juta ton itu dikali dengan USD 25, berarti ada USD 100 miliar yang kita hasilkan dari kekayaan hutan dan korbon yang dimiliki Kaltim,” lanjutnya.

Untuk membahas lebih lanjut terkait dengan emisi karbon ini. Rencananya Gubernur Isran akan bertolak ke Meksiko Februari bulan depan menghadiri Governors’ Climate and Forests Task Force (GCF TF) ke-13.Pertemuan bakal digelar antara 7-10 Februari 2023.

Kaltim sendiri merupakan salah satu dari anggota GCF Task Force Indonesia, yang terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan Utara Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Aceh, dan Papua. “Februari mendatang saya akan ke Mexico untuk mengikuti acara Governor’s Climate and

Forest (GCF) yang juga ada kaitannya mengenal emisi karbon, tepatnya di Yuvatan Mexico,” ungkap Gubernur Isran Noor.(admin-TB)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%