TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., membuka Rapat Koordinasi Teknisi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Tarakan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan bertema “Satu Visi Satu Aksi” ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan stunting.
Melalui dukungan anggaran sekitar Rp200 juta per kelurahan berbasis potensi lokal, angka stunting di Tarakan berhasil ditekan dari sekitar 25 persen menjadi 12 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Meski demikian, tantangan edukasi gizi dan pola asuh masih menjadi perhatian.
Pemerintah menekankan perlunya penguatan peran tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendorong perilaku hidup sehat.
Upaya ini turut berdampak pada meningkatnya usia harapan hidup yang kini mencapai 74,4 tahun.
Pemkot juga menyoroti pentingnya perbaikan gizi dan penguatan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tarakan. (*)





















