Walikota Ajak ASN dan Masyarakat Taat Pajak

0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

TARAKAN – Pada kegiatan Pekan Panutan dan Asistensi Pengisian SPT Tahun Pajak 2022, Wali Kota Tarakan dr.H.Khairul, M.Kes., mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Tarakan untuk taat pajak, Senin (16/01/2023).

Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto, Katua DPRD Kota Tarakan, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala OPD dan Direktur Perumda Kota Tarakan.

Pajak dalam hal ini PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21 berkontribusi besar bagi Pemerintah mulai di tingkat pusat hingga ke tingkat daerah.

Sebanyak 8,4 % dari PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21 akan dikembalikan kepada APBD dalam bentuk dana bagi hasil.

Wali Kota dalam sambutannya mengungkapkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam kewajiban pelaporan SPT tahunan PPh orang pribadi.

“Untuk itu, kepada segenap Kepala OPD yang hadir dalam kesempatan ini untuk dapat menjadi contoh dalam pelaporan SPT tahunan 2022 bagi staf masing-masing, dan tidak lupa pula untuk mengingatkan seluruh jajaran untuk melaksanakan integrasi NIK dan NPWP yang merupakan program dari DJP Kemenkeu,” ucap Wali Kota.

Sebagai bentuk apresiasi, di kesempatan tersebut KPP Pratama Kota Tarakan memberikan penghargaan kepada Instansi Pemerintah Kota Tarakan atas Kepatuhan SPT Tertinggi. Ujar Walikota.

Sementara di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan berhasil mengumpulkan penerimaan netto sebesar Rp1,41 triliun atau 131 persen dari target Rp1.076.000.000.000. capaian ini lebih tinggi dari nasional 115,59 persen.

Kepala KPP Pratama Tarakan, Gerrits Parlaungan mengatakan, penerimaan jenis pajak paling tinggi dari Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) atau pajak atas konsumsi.

Artinya, sepanjang 2022, kegiatan ekonomi semakin membaik, sehingga penyerapan pajak dari barang dan jasa dalam kegoatan usaha dan konsumsi meningkat cukup tinggi di Tarakan maupun Nunukan.

“Dari penerimaan jenis pajak itu, bisa kita lihat PPnBM mendominasi baik di Tarakan dan Nunukan, atau 38,4 persen. Total penerimaan pajak kita itu dari transaksi, demikian juga ada kontribusi yang cukup besar dari kegiatan usaha pajak itu sendiri, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) pasal 25, adalah pajak yang dibayarkan oleh pribadi maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Tarakan dan Nunukan,” terangnya.

Selain itu, kata dia, ada juga PPh final, yang merupakan pajak dikenakan dengan tarif dan dasar pengenaan pajak tertentu atas penghasilan dalam satu tahun berjalan.

PPh finas ini cenderung ke kegiatan UMKM, transaksi yang dikenakan pajak final seperti konstruksi.

Sehingga kegiatan-kegiatan sepanjang 2022 terefleksi dengan pendapatan pajak yang semakin baik.

Begitu juga dengan pajak atas penghasilan karyan PPh pasal 21, secara sektor usaha KPP Pratama Tarakan bisa melihat bahwa yang tumuh paling besar di 2022 adalah sektor administrasi pemerintah dan jaminan social wajiab pajak.

Artinya, selama 2022 program pemerintah baik yang dibiayai oleh APBN maupun APBD sudah terlaksana dengan baik, termasuk percepatan pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19 dan kegiatan rutin lainnya.

“Sangat besar tumbuhnya di 2022, ada 114 serapan dana APBD dan APBN, itu terlaksana dan cukup banyak dibandingkan dengan 2021. Itu terkait dengan penerimaan, lantas bagaimana dengan kepatuhan? wajib pajak aktif ada 38.500 sedangkan yang lapor 45.252 karena ada wajib pajak baru yang terdaftar, makanya jumlahnya lebih banyak yang lapor,” bebernya.

(admin-TB).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%