SALIMBATU, BULUNGAN — Pelaksanaan Jambore pendidikan anak usia dini (PAUD) Tahun 2025 di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, tepatnya Desa Salimbatu Sabtu (1/11/2025) bukan sekadar menjadi ajang pertemuan dan perlombaan, melainkan menjadi sarana pemberdayaan bagi pendidik dan tenaga pendidikan pegerak PAUD di Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas dan jejaring antar actor pendidik dan tenaga kerja.
Kurang lebih 500 pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti Jambore Pusat Kegiatan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PKG PAUD) se-Kabupaten Bulungan. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Suparmin Setto dan Bunda PAUD, Sri Nurhandayani Syarwani.
Diketahui, Jambore PKG PAUD se-Bulungan ini bukan sekedar ajang pertemuan dan perlombaan tapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman dan inspirasi para pendidik PAUD. Alih-alih sekadar seremoni tahunan, acara ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat kemampuan pendidik dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan Suparmin Seto menggaris bawahi pentingnya adaptasi dalam metode pengajaran seiring perkembangan kebutuhan anak-anak masa kini. Ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang PAUD tak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama.
Suparmin Seto turut menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi pendidik dan tenaga pendidikan. Menurutnya, Bunda PAUD di tingkat lokal berperan strategis sebagai penghubung antara program pemerintah dan implementasi di satuan pendidikan.
“Bunda PAUD di tingkat kecamatan adalah perpanjangan tangan Bunda PAUD kabupaten. Dengan memperkuat sinergi ini, maka penyampaian informasi dan program bisa lebih merata dan cepat sampai ke masyarakat,” jelas Suparmin.
Bunda PAUD, Sri Nurhandayani Syarwani. Memperkuat integrasi antara perencanaan kebijakan dan praktik di lapangan. Berbagai sesi interaktif yang digelar turut mendorong peserta untuk mengembangkan inovasi layanan PAUD berbasis karakter lokal dan kebutuhan anak.
Dengan meningkatnya kapasitas para pendidik dan penggerak PAUD melalui kegiatan seperti ini, harapan akan hadirnya layanan pendidikan usia dini yang lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas kian mendekati kenyataan. Bulungan pun menatap masa depan pendidikan dengan optimisme, melalui sinergi berkelanjutan dari semua lini. “Anak akan terus didik meningkatkan kompetensi dan kreatifitas dalam mendidik anak-anak sejak usia dini,” ujar
Ditegaskan, pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Di sinilah karakter, nilai moral, dan dasar kemampuan belajar anak dibentuk. Maka peran guru dan tenaga kependidikan PAUD sangat penting dan strategis. (red)
























