TANA TIDUNG – Audiensi Bupati Tana Tidung Dengan JOB Pertamina-Medco, PLN Kaltara, turut hadir Camat Tana Lia, PLN dan Camat Tana Lia yang Membahas PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas). Tideng Pale Selasa, (15/11/22).
Bupati Tana Tidung menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya audiensi ini antara JOB Pertamina Medco dengan PLN.dan Ibrahim Ali menyampaikan juga agar kedua belah pihak dapat memaparkan apa saja masalah/kendala yang ada di Kecamatan tana lia, dan apa solusinya dan apa yg bisa di bantu oleh pemerintah daerah kabupaten Tana Tidung,ungkapnya.
Dan yang terakhir mari kita kerjakan bersama-sama agar pelayanan terhadap masyarakat Tana Tidung khususnya di Kecamatan tana lia lebih baik lagi. dan Kedepanya kecamatan Tana lia Akan menggunakan PLTG. Ujar Bupati lagi.
Sementara Manager PLN UP3 Kaltara, Aditya Darmawan memastikan April 2023 PLN akan mengoperasikan PLTMG dengan kapasitas 500 kW. “PLN gruop berinvestasi di Tana Lia dengan menambahkan 500 kW. Dengan harapan dapat melayani investor yang ada di Tana Lia,” ungkap Aditya.
Saat ini pembangkit listrik di Tana Merah memiliki kapasitas 360 kW dengan beban puncak 223 kW. Artinya masih ada surplus 137 kW.“Jika 137 kW ditambah 500 kw, kapasitas atau daya mampu listrik PLN di Tana Lia lebih dari cukup,” kata Aditya.
Proyek ini juga sebagai bentuk perhatian PLN terhadap pertumbuhan ekonomi dan kontribusi untuk Pemkab Tana Tidung memberikan kemudahan investasi dengan ketersediaan listrik yang cukup.
“Tidak ada masalah PLN di Tana Lia, justru kami berprestasi. Sejak beberapa bulan lalu listrik di Tana Lia sudah nyala 24 jam dari sebelumnya hanya 12 jam,” Saat ini pihaknya hanya mengembangkan surplus energi listrik yang ada. Karena itu, PLN bekerja sama dengan PLNT untuk menambah kapasitas pembangkit di Tana Lia di angka 500 kW.
“Terkait dengan kondisi itu kami butuh sinergi dengan JOB Pertamina-Medco dari bahan bakar, dari bupati terkait perizinan,lingkungan dan lainnya,“Pekerjaannya sudah berproses. Dalam pertemuan dengan bupati kita ditanya soal progresnya seperti apa,” sambung Aditya.
Sejauh ini, lanjut Aditya, tidak ada kendala hanya masih memaksimalkan kontraktor dengan mencari welder yang bersertifikat. “Semua on the track, hanya prosesnya saja. Rencananyakan di triwulan II-2023 ,pembangkit (gas) sudah bisa diberoperasikan,” ujarnya.
Bagaimana nasib mesin PLTD jika PLTMG dioperasikan? Aditya mengatakan jika masih dibutuhkan dengan melihat perkembangan investasi di Tana Lia ,maka tiak akan ke mana mana.
“Semakin lama investasi semakin berkembang kita tinggalkan di sana (Tana Lia). Tapi kalau yang 500 kW ini bisa menghandel di sana (Tana Lia), mungkin dialihkan ke daerah-daerah lain di Kaltara terutama yang membutuhkan mesin listrik supaya wilayah lainnya juga dapat hidup dari 12 menjadi 24 jam,” jelasnya, seraya mengatakan menggunakan bahan bakar gas lebih murah dibanding solar sehingga bisa menghemat biaya operasional. (admin-TB)

















