Dalam sambutannya Rusmadi Wongso yang sekaligus menjadi tim penggerak usaha kesehatan sekolah (TP UKS) Kota Samarinda berpesan Bimtek UKS adalah posisi strategis untuk menjadikan sekolah tempat belajar yang sehat, bersih, serta menyenangkan bagi para siswa-siswi terlebih dalam suasana kurikulum Merdeka.
Dalam upaya cipta perubahan perilaku, dinilai Rusmadi hal tersebut dapat membuat generasi yang berkualitas serta bisa bermanfaat bagi lingkungan sosial.
“Sekolah itu harus dijadikan taman, karena pendidikan itu hakikatnya bukan hanya memberikan pengetahuan dan pengajaran, tetapi yang paling penting menciptakan perubahan perilaku anak didik agar menjadi lebih disiplin, sehat, perhatian terhadap lingkungan sekolah,” ucap orang nomor dua Kota Samarinda tersebut.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin melalui PLH Kabid SMP, Nurpatria menambahkan, kebersihan sanitasi dan jajanan luar sekolah juga harus menjadi perhatian khusus. Para guru harus dapat memperhatikan dan menegaskan kepada para pedagang jajanan agar tidak menjajakan dagangannya di wilayah sekitar sekolah. “Tentunya kita tidak bisa memonitor kesehatan maupun higienisnya makanan yang dijual tersebut,” tutur Nurpatria.
“Kami menekankan kepada para peserta yang terdiri dari guru SMP Negeri, maupun Swasta yang hadir dalam bimtek UKS ini. Sanitasi di lingkungan sekolah terus menerus kami ingatkan untuk selalu bersih dan nyaman bagi para siswa-siswi,” pungkas Nurpatria.
Kondisi ideal sekolah seperti itu belum bisa didapatkan di seluruh sekolah Kota Samarinda. Faktanya masih banyak penjaja makanan/jajanan di setiap sekolah SD, SMP maupun SLTA. Juga masih ditemukannya toilet yang kotor dan bau pesing. admin-TB#ADV.

















