Gelontorkan Rp3,5 Miliar Untuk Bantu Nelayan

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menggelontorkan Rp3,5 miliar APBD 2022 untuk membantu nelayan, di tengah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang belum dibarengi dengan kenaikan harga ikan, maka sebanyak 2.045 nelayan akan mendapatkan bantuan tunai Rp575 ribu setiap bulan selama tiga bulan kedepan. Ujar walikota

“Jumlah nelayan itu berdasarkan data yang kita terima dari verifikasi kartu kusuka, atau kartu untuk nelayan kita. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para nelayan ditengah kenaikan harga BBM, tetapi kadang-kadang kartu nelayan ini disalahgunakan, oleh karena itu kita verifikasi ulang mulai hari ini,” .

Lebih lanjut dikatakan Khairul, nelayan yang belum terkaver masih bisa mendaftar susulan, tetapi yang bersangkutan harus  betul-betul nelayan dan memiliki syarat  ditentukan. Seperti harus ada kapalnya, alat tangkap, dan melakukan aktivitas menangkap ikan di laut.

“Bantuan ini hanya untuk tiga bulan, Oktober,November, dan Desember. Total nilai bantuan Rp3,5 miliar sehingga setiap nelayan mendapatkan Rp575 ribu perbulan. Ini dalam rangka membantu mengurangi beban kenaikan BBM, karena memang yang kita lihat dengan kenaikan BBM ini operasional mereka tinggi dengan hasil yang tidak pasti, sehingga kita berikan bantuan kepada mereka,” urainya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan di Dinas Perikanan Kota Tarakan, Thamrin Toha menambahkan, bahwa pihaknya melakukan verifikasi ulang kepada calon penerima bantuan tunai.

“Setelah diverifikasi, maka nelayan yang bersangkutan harus membuka rekening bank Kaltimtara, setelah itu akan dilaunching oleh pak wali minggu depan. Dalam verifikasi ini kita sortir yang meninggal, pindah domisili. Bagi yang sudah meninggal dunia tidak bisa diwakilkan kepada ahli warisnya,” ungkapnya.

Selama ini, banyak nelayan yang mengeluhkan kenaikan harga BBM apalagi pendapatan tidak ada perubahan karena harga ikan masih sama. “Kita siapkan waktu sekitar4 hari ini untuk melakukan verifikasi, setiap hari targetnya ada 500 nelayan yang terverifikasi. Kita update data dengan ambil foto, KTP dan lain sebagainya,”pungkasnya. (*).