SAMARINDA (TEROPONGBORNEO.MY.ID) – Pemindahan ibukota Negara Jakarta ke IKN Nusantara, menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur menjadi lebih kuat dan lebih besar serta berdaya saing.
Pemerintah Provinsi tak bisa berdiam diri dan harus aktif koordinasi dengan Kabupaten Kota yang memandu melakukan hal tersebut. Bila tidak, masyarakat Kaltim akan alami kemunduran. Kalau kita tidak manfaatkan momentum IKN, jangan menyesal kita dilindas orang,” kata Irianto Lambrie yang pernah menjabat Gubernur Kalimantan Utara dan Sekda Provinsi Kaltim, Selasa (21/6/2022).
Irianto menyampaikan hal ini dalam Diskusi Panel bertemakan “Peluang Ketenagakerjaan Kaltim di IKN Nusantara” di Hotel Mesra. Diskusi Panel diselenggarakan oleh Forum Rakyat Kaltim Bersatu (FRKB), Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN), dan Koalisi Pemuda IKN (KOPI-KN).
Turut hadir juga menjadi narasumber dalam Diskusi Panel ini yaitu Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Plt Asisten 1 Pemrov Kaltim Deni Sutrisno, TGUPP Kaltim Dr Abdullah Karim dan Kepala BLKI Balikpapan Suryaningsih diwakili oleh jajarannya. Pemindahan IKN ke Kalimantan, diingat Irianto Lambrie, sejak lama diusulkan. Bahkan, sejak Gubernur Kaltim dijabat oleh HM Ardans tahun 1986. Ketika itu, keperluan pemindahan IKN tak digubris yang masih di masa orde baru.
Adapun, bagaimana merebut peluang dan tantangan ketenagakerjaan di IKN, Irianto menyampaikan beberapa catatannya. Nah, saya menyampaikan beberapa catatan (merebut peluang dan tantangan ketenagakerjaan di IKN) tapi paling bagus diskusi panel ini tak berhenti disini.
Tapi paling penting tindakan nyata dengan berbagai keterbatasan kita miliki,” katanya. Catatan Irianto berupa usulan untuk bisa manfaatkan peluang dan tantangan ketenagakerjaan di IKN yaitu, perlunya memperluas, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan kerja ke para calon tenaga kerja.
Kemudian, perlunya memperbanyak mendirikan dan membangun SMK yang disesuaikan pasar kerja. Lalu, mendorong pengembangan dan perluasan sektor usaha-usaha informal di Kaltim serta memperluas usaha-usaha industri di Kaltim yang bersifat padat karya. (admin/*hrb).

















