Lakukan Kunjungan Kerja, Syarwani Lepaskan Bibit Kepiting di Wisata Mangrove

 

BULUNGAN, TEROPONGBORNEO.MY.ID – Bupati Bulungan Syarwani melakukan serangkaian kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Tanjung Palas Utara. (12/6)

Bersama rombongan mobil yang tersedia dan dipimpin Bupati Bulungan, maka kunjungan kerja pertama adalah meninjau hasil pemulihan pembelajaran lokakarya sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Utara sekaligus membuka lokakarya persiapan implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan tahun pelajaran 2022/2023 yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Tanjung Palas Utara di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Ruhuy Rahayau.

Di acara tersebut, Syarwani menerima Big book atau buku besar yang akan diserahkan kepada seluruh SD di Bulungan. Big book itu merupakan hasil karya para guru Bulungan, Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung yang berisi dengan konten lokal.

” Potensi budaya, kearifan lokal sangat kuat bisa untuk diangkat dan menjadi bahan pengenalan awal bagi anak kita di bangku sekolah dasar, diharapkan dari beberapa big book yang diciptakan ada beberapa konten lokal yang dituangkan dalam big book itu,” ungkap Syarwani dalam sambutannya.

Dikatakan Syarwani munculnya kurikulum merdeka hasil dari evaluasi yang komprehanship dengan menyesuikan kondisi terkini.

“Maka itu dunia pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi, dengan memberikan konsep dan ruang bagi guru, Demikian pula dengan lahirnya kurikulum merdeka, mampu memberikan ruang bagi guru, sehingga muatanya tidak menuntut dan meluas, meskipun tenaga guru kita belum merata se-Kabupaten Bulungan, inilah yang menjadi PR kita dalam meningkatkan kapasitas bagi para guru di Bulungan,” ujar Syarwani.

Tujuan selanjutnya, Bupati Syarwani bersama Sekda Bulungan beserta rombongan adalah wisata mangrove Desa Ardi Mulyo. Pada momen itu, Syarwani didaulat melepaskan langsung bantuan bibit kepiting.

“Alhamdulillah untuk tahap awal pengembangan bibit kepiting 2 petak, tahap kedua akan dikembangkan lagi dua petak,” ujar Syarwani

Dalam pengembangan budidaya kepiting di wilayah hutan mangrove, Syarwani mengatakan keberadaan perusahaan yang ada di desa Ardi mukyo dapat di dorong untuk melakukan hal yang sama di kawasan hutan mangrove

” Minimal perusahaan punya ruang di wisata mangrove ini, diharapkan melalui kerja sama ini dapat menjadikan kolaborasi yang kuat dari sisi pemerintah namun dari luar seperti perusahaan juga memiliki akses di tempat ini,” ujar Syarwani.

Syarwani meyakini wisata yang datang ke hutan mangrove ini tak hanya orang tanjung selor, namun bjuga orang luar daerah juga datang tanpa harus ke Tanjung Selor.

“Saya minta kepada PTSP Bulungan untuk memfasilitasi terkait izin UMKM yang di desa Ardi Mulyo ini, diharapkan kita bisa melakukan pembinaan pelatihan bagi pelaku UMKM sehingga bisa menjadi pendapatan bagi masyarakat di sini,” ujar Syarwani.

” NGO (Non Governmnet Organization)   diminta terus melakukan kolaborasi dengan desa setempat. Demikian pula Teman komunitas milenial bisa mengangkat lebih luas bahwa daerah kita memilki potensi yang luas,” tuntas Syarwani. (admin-AD).

Sumber-pemkab