Selain Covid-19, Masih Ada Bahaya Narkoba

BULUNGAN, teropongborneo.my.id – Selain menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia juga masih menghadapi masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Maka diharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi serta memberantas peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulungan di Ruang Pertemuan Gedung PKK Kecamatan Sekatak pada Rabu (8/9).

Kepala Kantor Kesbangpol Bulungan, Abdul Wahid, S.Sos, MAP menjelaskan, kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman ke masyarakat agar mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan baik fisik maupun mental pengguna serta dampaknya terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

“Melalui kegiatan ini kita mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba dimulai dari lingkungan keluarga, dan turut berpartisipasi aktif dalam memberikan pemahaman dampak penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat sekitarnya,” terangnya dalam kegiatan yang diikuti 40 orang peserta terdiri para kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan guru, dan pemuka lembaga adat se-Kecamatan Sekatak. Dilanjutkan, para peserta juga diharapkan dapat menjadi Duta Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat di desanya masing-masing.

Kepala Kantor Kesbangpol Bulungan turut menyampaikan materi Peran Pemerintah Daerah dalam P4GN. Narasumber lainnya yaitu Kepala Puskesmas Sekatak, Sunardi, A.Md, Kep dengan materi Dampak Buruk Penyalahgunaan Narkoba bagi Kesehatan, perwakilan Kejaksaan Negeri Bulungan, Muhammad Faizal Al Fitrah K, SH dengan materi Kenali Hukum dan Hindari Hukuman serta perwakilan BNK Bulungan dengan materi Peran BNK Bulungan dalam P4GN dan PN (Prekursor Narkotika).

Para peserta menyatakan sangat mendukung sosialisasi maupun upaya P4GN seperti disampaikan Pengurus Lembaga Adat Dayak Belusu, Rusnan. Peserta lainnya, Kepala Desa Terindak, Markus Duyan berharap sosialisasi tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan tapi juga dii tingkat desa agar masyarakat betul-betul memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

“Kita ingin sosialisasi ini ke depannya dapat dilaksanakan di tingkat desa,” ucapnya. Senada disampaikan Camat Sekatak melalui Sekretaris Kecamatan, Zakaria Serah, S.Sos, MAP yang mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Karena saat ini kita selain menghadapi Covid-19, juga menghadapi masalah narkoba,” ujarnya. Sementara, Kepala Puskesmas Sekatak turut mengimbau masyarakat agar mau divaksin serta tidak mempercayai hoax atau berita palsu tentang vaksin yang ramai di media sosial.

Disebutkan, tingkat vaksinasi masyarakat masih rendah. “Kalau kita sudah divaksin, jika terpapar Covid 19 dampaknya tidak berat terhadap diri kita, cukup melakukan isoman (isolasi mandiri) dengan minum vitamin yang cukup, Insya Allah kita akan sembuh,” imbaunya. (hms-red)