TANJUNG REDEB-(BERAU), teropongborneo.my.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur belum akan menggelar pembelajaran tatap muka di tengah masih dalam suasana Covid-19, Pasalnya sampai saat ini belum ada instruksi Bupati, terkait hal tersebut baik Dinas Kesehatan atau Gugus penangganan Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Drs. Murjani, M.Si mengatakan sebelumnya Kabupaten Berau sudah ada rencana untuk menggelar tatap muka, namun karena ada penambahan covid maka ditunda, dan hingga saat ini belum ada arahan dari Bupati, “Untuk pembelajaran tatap muka kami masih menunggu instruksi Pemerintah,” ujar Murjani.
Murjani mengatakan, izin dari Pemerintah Kabupaten Berau merupakan salah satu persyaratan pembelajaran tatap muka, Sehingga jika belum ada instruksi kami belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Selain izin dari Pemkab, Murjani menjelaskan beberapa hal yang wajib disiapkan pertama wilayah tatap muka harus zona hijau, memang ada intruksi pemerintah pusat Kabupaten Berau Kalimantan Timur masuk PPKM level 3, tapi kita harus rapat interen dulu yang mana sekolah bisa diadakan tatap muka, yang jelas wilayah tersebut masuk zona hijau, ujar Kepala Dinas pendidikan Berau.
Lanjut dikatakan Kadispen Berau, Di Kabupaten Berau terdiri 13 Kecamatan, semua belum zona hijau, tapi tiap kecamatan ada desa / kampung yang bisa dikatakan zona hijau, jadi mengenai tatap muka kami berharap ada beberapa kecamatan yang zona hijau untuk beberapa minggu atau bulan ini, artinya nanti kita petakan yang mana sekolah bisa tatap muka, ungkap Drs Murjani, M.Si.
Dan salah satu upaya pemerintah mengurangi kehilangan belajar (learning loss) pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Tentu saja pelaksanaaan PTMT dilakukan berdasarkan SKB 4 menteri dan memenuhi daftar periksa. PTMT boleh dilakukan bagi daerah zona aman / hijau dengan pemaparan Covid-19, serta guru sudah melakukan vaksinasi.
Untuk Kabupaten Berau sendiri hampir 85 persen guru – guru sudah di vaksin, siap mengajar tatap muka, selanjutnya ada rencana anak didik juga akan di vaksin dari umur 12-17 tahun, namum yang paling proritas adalah SMP, karena memang sudah di programkan oleh dinas kesehatan, jadi kita menunggu informasi kapan dilaksanakanya, ujar Murjani, M.Si.
Semoga pandemi ini cepat selesai, anak – anak bisa sekolah seperti dulu lagi, karena itu saya menghimbau untuk semua sekolah yang ada di Berau sebelum menggelar pembelajaran tatap muka. Yang pertama sekolah – sekolah harus memiliki sarana kesehatan. Sarana kesehatan tersebut meliputi wastafel untuk cuci tangan, disinfektan, toilet bersih yang memadai, serta data pemetaan kondisi warga sekolah.
Selanjutnya, sekolah juga harus menjadi zona wajib masker. Sehingga warga sekolah wajib memakai masker saat berada di lingkungan sekolah. Juga wajib memiliki thermo gun. Tujuannya adalah untuk memastikan warga sekolah yang datang ke sekolah bersuhu kurang 37,5° celcius.
Yang tak kalah penting ialah adanya kerja sama antara sekolah dengan fasilitas layanan kesehatan terdekat. Sehingga petugas kesehatan rutin melakukan pemantauan kesehatan di sekolah.
Ia menambahkan selama pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar masih dengan pembelajaran jarak jauh. Untuk mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh, pihaknya berinovasi dengan Guru Kunjung Siswa (GKS) dan Layanan Konsultasi Pembelajaran (LKP), ujar Kepala Dinas Pendidikan Berau.
Pemerintah Daerah sangat fokus saat ini, apalagi saat penyebaran virus Covid-19 semakin massif dan hampir 1,5 tahun sudah, belum lagi mudah menyerang anak-anak. Hak anak tetap harus diberikan. Namun tetap mengutamakan protokol kesehatan dan keselamatan anak. Ujar Drs. Murjani, M.Si. (adv/erna)





















