Angka Kematian Turun, Kasus DBD Naik Di Balikpapan

BALIKPAPAN, TeropongBorneo.My.Id – Hingga minggu ke-24 tahun ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melihat ada kenaikan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD), jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sebagian besar kasus menyerang usia anak karena daya tahan tubuh yang masih lemah. Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, meski kasus positif DBD meningkat namun kasus kematian menurun. “Sampai saat ini, hanya ada dua kasus kematian, sedangkan tahun lalu tujuh kasus,” katanya.

Faktornya karena deteksi dan penanganan dini. Dio, sapaan akrabnya mengatakan, peningkatan kasus ini juga bisa terjadi dari kegiatan pelacakan yang semakin erat.

Saat ini, deteksi dini sudah menggunakan alat tes NS1. “Secara gencar puskesmas dan klinik-klinik melakukan pemeriksaan deteksi dini dengan reagen itu,” tuturnya.

Maka penambahan kasus banyak karena tingkat pemeriksaan tinggi. Kemudian, penanganan cepat membuat kasus kematian menurun.

Menurutnya, berkat upaya deteksi dini dari fasilitas kesehatan yang berjalan semakin baik. “Jadi, memang kasusnya naik tetapi kematian bisa kita turunkan karena cepat mendeteksi,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, jumlah kasus DBD sebagian besar hingga 75 persen terjangkit pada anak-anak. Ini tidak terlepas dari status daya tahan tubuh imunitas anak masih rendah.

Mereka belum paham bagaimana untuk mencegah. “Peran keluarga yang lebih penting,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah pusat akan melakukan uji coba vaksinasi DBD konsinyasi tinggi di Balikpapan. “Kita sudah mengajukan proposalnya dan menunggu kedatangan vaksin,” sebutnya.

Dio bercerita, setiap daerah memiliki program pencegahan yang berbeda dari pemerintah pusat.

Misalnya, di Bontang menjadi lokasi uji coba proyek pelepasan nyamuk terinfeksi bakteri Wolbachia untuk mengatasi DBD.

Pemkot Balikpapan terus berupaya promosi preventif atau pencegahan. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sudah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh warga.

“Melalui koordinasi lurah rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan kerja bakti massal,” ucapnya.

Kemudian mengaktifkan kader-kader juru pemantau jentik yang ada di seluruh kelurahan. Mereka aktif untuk membagikan bubuk larvasida dan memantau wilayah masing-masing.

“Kami siaga tim fogging jika memang ada daerah atau lokasi yang berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi positif DBD,” ujarnya.

Pihaknya telah mengembangkan inovasi kelambu air diberikan kepada warga. Khususnya mereka yang memiliki penampungan air karena memang di Balikpapan masih ada warga cenderung menampung air.

Dio mengimbau kepada seluruh warga Kota Minyak dalam musim penghujan selalu waspada kasus DBD. Pertama, tetap rutin melakukan pembersihan halaman rumah.

Terutama, genangan-genangan air mungkin ada di botol atau kaleng-kaleng bekas. Sebab, jentik nyamuk DBD berkembang biak dengan baik di air-air bersih.

Termasuk di dalam rumah dilakukan upaya menguras tampungan air. Serta tingkatkan kondisi imun tubuh dengan konsumsi banyak air putih dan makanan bergizi.

“Segera ke fasilitas kesehatan jika ada anggota keluarga yang menderita demam tinggi. Jangan menunggu sampai tiga hari, tapi secepatnya,” tandasnya. (*).

By : Admin-TB.