Tim Pembebasan Lahan Cepat Bergerak Terhadap Warga Terdampak

SAMARINDA–Pembangunan terowongan Samarinda menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Samarinda. Namun, sejak groundbreaking yang dilakukan Wali Kota Samarinda Andi Harun Januari lalu, pekerjaan fisik belum terlihat. Pembebasan lahan menyebabkan proyek mangkrak beberapa bulan.

Pemkot menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus, Rabu (10/5). Rapat tersebut membahas progres pembangunan terowongan dan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek.

Hero mengatakan, pihaknya meminta tim pembebasan lahan dari bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda segera menyelesaikan administrasi. Termasuk mengumumkan nilai ganti rugi kepada warga terdampak. “Dari rapat itu kami mengklarifikasi kembali kegiatan pembebasan lahan. Dari keterangan tim, apakah ada penolakan warga, namun disebutkan tidak ada,” ucapnya.

Dia berharap hingga dua minggu ke depan atau sebelum akhir Mei, pembebasan lahan rampung sehingga bisa dilanjutkan pekerjaan fisik. Mengenai progres pelaksanaan fisik, Hero mengaku masih menanti laporan tim pelaksana dari bidang Bina Marga DPUPR Samarinda serta PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor. “Mengingat ada beberapa pekerjaan yang dilakukan di workshop di Jakarta,” ujarnya.

Sebagai informasi, proyek dengan anggaran tahun jamak atau multiyear contract (MYC) tersebut diproyeksi menelan anggaran Rp 395 miliar dan ditargetkan selesai dalam 18–22 bulan, atau akhir 2024 mendatang. Terowongan akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, dengan panjang sekitar 690 meter. Saat ini pembebasan berfokus di enam bidang lahan di RT 033, Kelurahan Sungai Dama. (admin-TB).