TEROPONGBORNEO.MY.ID, BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, SE, M.Si dan Sekretaris Daerah, Drs H Syafril memimpin rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengantisipasi varian Omicron pada Selasa (8/2).
Rapat yang di hadiri Direktur RSUD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektorat, Bagian Hukum, BPBD, Bappeda dan Litbang, BKAD dan Satpol PP. Langkah-langkah yang akan dilakukan yaitu meningkatkan vaksinasi, menyiapkan isolasi terpusat (isoter), menyiapkan fasilitas rumah sakit, meningkatkan penggunaan masker serta menyesuaikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah. ungap Bupati Bulungan Syarwani.
Seperti diketahui, Presiden RI, Joko Widodo dalam arahannya pada Selasa (7/3) menyebutkan gelombang ketiga Covid-19 varian Omicron sebesar 93 persen kasus berada di Pulau Jawa dan Bali. Namun seluruh daerah diminta tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah antisipasi.
maka dengan “Arahan Presiden RI sudah jelas, kita di daerah harus meningkatkan capaian vaksinasi khususnya bagi lansia. Kemudian protokol kesehatan yang utama yaitu penggunaan masker, bahkan Presiden sudah meminta TNI dan POLRI untuk menggalakkan razia penggunaan masker,” ucap Bupati
dalam rapat yang turut Dilanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga akan menyiapkan fasilitas di rumah sakit serta tempat isoter yang rencananya menggunakan bangunan Rumah Susun (rusun) 3 lantai yang dibangun Kementerian PUPR di Tanjung Selor.
“Untuk isoter kita rencananya tidak lagi menggunakan bangunan pendidikan dan pelatihan di BKPSDM,” ujarnya. Bupati menyampaikan apresiasi atas arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar PTM dilaksanakan 50 persen dan sisanya online serta memaksimalkan vaksinasi pada anak 6 – 11 tahun serta 11 tahun ke atas.
Bupati juga meminta perangkat desa untuk menginventarisasi orang tua ataupun lansia yang belum divaksin serta menghidupkan kembali Satgas Pencegahan Covid-19 di tingkat desa.
“Mobilitas warga masyarakat tidak bisa kita hindari dan orang keluar masuk Kabupaten Bulungan dari Pulau Jawa setiap hari pasti ada. Bila kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan, tidak menutup kemungkinan terjadi gelombang baru kasus Covid-19 lagi,” tandasnya.
Dalam rapat juga disampaikan data hingga 7 Februari 2022 keterisian tempat tidur rumah sakit perawatan Covid-19 yaitu jumlah tempat tidur sebanyak 58 dan terpakai 0. Lalu data keterisian tempat tidur Pos Karantina Covid-19 terdapat 68 tempat tidur dan terpakai masih 0. (admin-LS)
Sumber-hms

















