SAMARINDA – Portal pembatas ketinggian kendaraan dipasang di dua sisi Jembatan Achmad Amins. Hal itu menuai pro dan kontra, seperti ambulans yang datang ke lokasi mengukur ketinggian kendaraan namun tak bisa melintas, Senin (7/8).
Dan terhitung sejak Minggu (6/8), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda memasang portal di Jembatan Achmad Amins di dua sisi, yakni sisi Sambutan maupun Palaran.
Tingginya 2,1 meter. Namun, portal yang bertujuan mencegah truk melintasi jembatan dikeluhkan sejumlah relawan, lantaran ketinggiannya yang berpotensi menabrak bagian atas kendaraan atau perangkat rotary.
Ketua Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto mengatakan, Senin (7/8), pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, serta relawan yang memiliki ambulans se-Samarinda.
Dan dilakukan untuk mengukur ketinggian portal tersebut agar tidak menabrak kendaraan relawan. “Nyatanya masih kurang tinggi. Kami berharap bisa dinaikkan menjadi 2,5 meter. Atau dapat dibuatkan fungsi buka-tutup, agar kendaraan relawan bisa lancar melintasi wilayah itu,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Analis Kebijakan Sub-Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Samarinda Marlian Rizal mengatakan, pihaknya menerima masukan dari relawan se-Samarinda untuk menyesuaikan tinggi portal. Nantinya berkoordinasi dengan kepala Dishub Samarinda.
“Perlu rapat kembali karena ketinggian harus mendengar masukan dari OPD lainnya, misalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai truk angkutan sampah, atau DPUPR Samarinda mengenai truk angkutan sedimentasi (tim swakelola) dan lainnya,” ucapnya.
Sedangkan Staf Teknis bidang Bina Marga DPUPR Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menerangkan, pemasangan portal di dua sisi jembatan, yakni segmen Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, maupun segmen Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan. “Ketinggian awal itu atas saran tim Dishub. Namun, jika memang ada permintaan menyesuaikan ketinggian, kami siap (mengubah).
Karena alat berat pemasangan juga masih disiagakan di dekat jembatan. Kami menunggu arahan kepala dinas untuk kelengkapan administrasi perubahan itu,” sambungnya.
Mengenai spesifikasi portal, dia menyebut menggunakan besi H-Beam, yang diklaim lebih tebal dari sebelumnya. Mengenai pemasangan fungsi buka-tutup, untuk ukuran itu tidak bisa karena bobotnya cukup berat. “Itu lebih kuat terhadap benturan dari yang beberapa kali dipasang,” ucapnya.
Mengenai anggaran pengadaannya, dia menyebut sekitar Rp 3 miliar, termasuk dalam proyek pemeliharaan Jembatan Achmad Amins Samarinda yang dianggarkan di APBD 2023. “Banyak item pekerjaan. Tidak hanya portal saja,” tegasnya. (HR)
By Admin-TB.
























