SAMARINDA = Suasana sahur mencekam terjadi di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (9/3) dini hari. Kobaran api tiba-tiba melahap ruko UD Agung Paint Center, meninggalkan kepanikan dan duka mendalam bagi warga sekitar.
Warga sekitar, Sukarman (53), menceritakan bagaimana api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar. “Saya baru selesai sahur, lalu dengar suara gaduh. Saat keluar, saya lihat ada asap dari lantai dua ruko itu. Sementara warga panik. Tidak lama, api langsung membesar,” ujarnya.
Menurut Ahmad (30), seorang pengendara ojek online yang kebetulan melintas saat kejadian, api terlihat sangat besar dari kejauhan. “Saya saat mau ambil pesanan, tiba-tiba lihat api sudah menjulang tinggi. Banyak warga keluar rumah, tapi enggak ada yang bisa berbuat apa-apa. Api terus membesar dalam ruko yang terkunci tersebut,” tuturnya.
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 03.15 Wita, hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Namun, usaha mereka tak mudah. Bahan-bahan kimia di dalam ruko, seperti cat dan tiner, membuat api semakin sulit dipadamkan.
Dua jam kemudian, setelah api berhasil dijinakkan, petugas menemukan jasad Nyo Bie Hong (65), pemilik ruko, dalam kondisi mengenaskan di lantai 2. Tubuhnya hangus terbakar, tertindih reruntuhan plafon yang ambruk di kamarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan api tidak hanya menghanguskan satu ruko, tetapi juga merembet ke dua ruko di sebelahnya. “Korban ditemukan di kamar nomor tiga lantai dua, dalam kondisi 100 persen terbakar. Diduga korban terjebak dan tak sempat menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini.
“Untuk kepastiannya, nanti pihak kepolisian yang akan mendalaminya,” tambah Hendra.
Tangis keluarga pecah saat kantong jenazah yang berisi jasad korban diturunkan. Suasana yang awalnya penuh kepanikan kini berganti dengan duka mendalam.
Kapolsekta Samarinda Kota AKP Kadiyo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus kebakaran menelan korban jiwa ini. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan berkaitan kejadian nahas tersebut. “Suami dan anak korban kami mintai keterangan. Dan untuk lokasi kebakaran telah kami beri garis polisi,” ujar Kadiyo.
Kadiyo melanjutkan, mereka akan memanggil pihak dari laboratorium forensic (labfor) untuk mengetahui lebih dalam penyebab kebakaran. Pasalnya dalam musibah itu seorang wanita yang diketahui pemilik toko, meninggal dunia karena terbakar. “Saat ini kami masih menunggu hasil autopsi, kami juga akan memanggil labfor terkait dengan penyebab kebakaran,” tukas Kadiyo. (*)



























