Penuhi Kebutuhan Energi Kaltim, Pabrik Smelter Nikel Investasi Rp30 Triliun

0 0
Read Time:3 Minute, 17 Second

SANGA-SANGA – Pabrik megah dengan nuansa biru yang bertuliskan huruf aksara Han atau Aksara Tionghoa terpampang di sebuah pabrik smelter nikel yang terletak di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kutai Kartanegara.

Sekilas, suasana yang diciptakan terasa seperti berada di negeri China. Terlihat beberapa pekerja juga berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

Hal ini terungkap ketika Gubernur Kaltim, Isran Noor, bersama Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, meresmikan tahap pertama pabrik smelter nikel PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) pada Selasa (19/9/2023).

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat akan memberikan dukungan kepada semua bidang investasi, termasuk investasi di bidang smelter nikel ini.

“Hari ini adalah hari istimewa, peresmian tahap pertama pabrik smelter nikel. Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada PT KFI agar rencana pabrik ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Edi Damansyah.

“Ikut terkejut dengan kecepatan PT KFI dalam merealisasikan proyek ini, hanya dalam waktu 19 bulan,” tambahnya.

Bagi Edi Damansyah, investasi senilai Rp30 Triliun ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian di daerah tersebut, terutama warga Kecamatan Sanga-sanga. Menurutnya, Kabupaten Kukar memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat mendukung industri hilir.

Oleh karena itu, Kukar harus terbuka terhadap berbagai rencana investasi yang akan masuk. Kehadiran pabrik smelter nikel di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transisi energi di Kaltim dan Indonesia.

Edi Damansyah mengingatkan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan kehadiran PT KFI dengan aktif terlibat dalam proyek ini. “Penting untuk menjaga kondusifitas investasi di Kukar. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi manajemen perusahaan juga memiliki peran yang sangat penting,” kata Edi.

“Kepatuhan terhadap semua aturan pedoman, terutama izin pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal akan diawasi dengan ketat,” lanjutnya.

Untuk hal-hal yang memerlukan komunikasi, disarankan untuk disampaikan dengan cara yang baik, melalui saluran dan mediasi yang tepat, sehingga dapat didiskusikan bersama perusahaan.

Keberadaan industri ini menjadi salah satu sektor yang diinginkan oleh Kutai Kartanegara, dan pabrik smelter nikel pertama di Kaltim ini diharapkan dapat menyerap 10 ribu tenaga kerja lokal.

“Kepada warga masyarakat, mari kita semua bekerja sama dalam mengawal proses ini. Investasi PT KFI tidak hanya akan memberikan kontribusi pada negara, tetapi juga akan mendorong ekonomi lokal di Sanga-sanga dan sekitarnya,” kata Edi Damansyah.

Sebagai informasi tambahan, PT Kalimantan Ferro Industri dibentuk untuk melaksanakan instruksi Presiden terkait dengan hilirisasi sumber daya alam, terutama logam nikel. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 26 November 2021, setelah UU No 03 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

KFI menandatangani Perjanjian Jual-Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PLN Persero sebesar 800MW pada tanggal 31 Desember 2021, yang menjadi tonggak utama dalam pembangunan proyek ini. Dengan menggunakan listrik dari PLN, KFI tidak perlu membangun pembangkit tenaga listrik sendiri, sehingga lingkungan sekitar KFI dapat tetap terjaga.

Sejak awal peletakan batu pertama pada 25 Januari 2022, KFI telah menginvestasikan dana sebesar Rp 5 Triliun hingga saat ini. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada kuartal kedua tahun 2023 mencatat investasi sebesar Rp 2,7 triliun.

Terkait dengan penggunaan tenaga kerja lokal, setidaknya 1700 tenaga kerja lokal telah bekerja di KFI, dan rekrutmen masih berlangsung aktif di 6 Kelurahan dan 2 Kecamatan di sekitar Palaran dan Samarinda Kota. Jumlah tenaga kerja asing kurang dari 250, terutama terkait dengan pembangunan pabrik dan tingkat manajerial setelah pabrik beroperasi.

“Bersama-sama, kami telah sepakat bahwa kebutuhan tenaga kerja di smelter nikel ini akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini akan membantu kami dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat terserap untuk bekerja di sini,” tegas Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Saat ini, PT KFI telah memegang Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. PT KFI mulai melakukan penyambungan listrik GI PLN pada tanggal 30 Agustus 2023, yang juga menandai tahap pertama komisi.

PT KFI juga memperkenalkan teknologi RKEF baru yang lebih ramah lingkungan. Meskipun baru dua dari 18 line yang akan didirikan dapat beroperasi saat ini. (*/Admin).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%