Pelatihan Teater UPTD Taman Budaya Kaltim Fokus Asah Kreativitas dan Regenerasi Seniman Muda

Samarinda, Kaltim – Pelatihan Teater bagi Pelajar yang diselenggarakan UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur memasuki hari kedua dengan fokus pada penguatan kreativitas dan peningkatan kompetensi peserta di bidang seni pertunjukan.

Berlangsung di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya, Rabu (5/8/2026), kegiatan ini menghadirkan praktisi seni berpengalaman untuk membekali para pelajar dengan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik dalam dunia teater.Melalui materi keaktoran, penyusunan naskah dan penyutradaraan.

Di sela kegiatan, Tim Liputan Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur mewawancarai dua kurator pelatihan, Wuri Handayani, S.Pd., M.Pd., dari Sanggar Seni Perintis dan Bhuyung Ardiansyah dari Teater KAH, mengenai tujuan serta harapan penyelenggaraan pelatihan tersebut.

Sebagai pemateri, pelatihan menghadirkan Awang Khalik, S.Sn. yang membawakan materi keaktoran, Ahmad Muslih Navis pada materi penyusunan naskah, serta Fachri Mahayupa pada materi penyutradaraan.

Kurator pelatihan, Wuri Handayani menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan teater bagi pelajar adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan seni peran, kreativitas, serta kerja sama dalam berkesenian.

“Pelatihan teater sekolah bertujuan memberikan ruang bagi pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan seni peran, kreativitas, serta kerja sama. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter peserta agar lebih percaya diri, disiplin, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan teater pelajar menjadi bagian penting dalam regenerasi pelaku seni di Kalimantan Timur. Menurutnya, kehadiran UPTD Taman Budaya melalui program ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka mengemasnya menjadi karya yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui pembelajaran seni peran, teknik penyutradaraan, dan penulisan naskah, kami berharap seni teater di Kalimantan Timur dapat terus berkembang dan berkelanjutan melalui lahirnya talenta-talenta muda yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, kurator Bhuyung Ardiansyah menyampaikan bahwa para kurator tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi seluruh proses kreatif peserta agar berjalan sesuai tujuan pelatihan.

“Kami berperan memberikan arahan, pendampingan, dan penilaian secara profesional terhadap proses kreatif peserta. Kami memastikan materi pelatihan berjalan sesuai tujuan, memberikan masukan yang konstruktif selama proses penciptaan karya, serta menjaga agar hasil akhirnya memiliki kualitas yang baik, baik dari sisi artistik maupun nonartistik,” jelasnya.

para kurator berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, baik di lingkungan sekolah maupun komunitas seni. Selain meningkatkan keterampilan dasar di bidang teater, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya remaja yang berkualitas, membangun jejaring antarpelajar yang aktif berkesenian, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya daerah.

Menutup sesi wawancara, para kurator berpesan agar para pelajar tidak ragu mengembangkan potensi diri melalui seni teater.

“Jangan takut untuk memulai dan terus belajar. Dunia teater mengajarkan banyak hal, mulai dari disiplin, empati, kerja sama, hingga keberanian dan kemampuan berbicara di depan publik. Jadikan teater sebagai ruang untuk berekspresi, berproses, dan mencintai budaya sendiri. Teruslah berkarya, menjadi pribadi yang produktif dan kreatif, karena setiap proses dalam teater akan menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi masa depan,” tutupnya. *