Opsi Operasi Pasar Masih Bisa Dilanjutkan jika Harga Beras Masih Melonjak

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda menambah jumlah stok beras yang dijual dalam agenda operasi pasar murah di Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, (1/3)

Sempat terjadi antrean yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita, agenda tersebut berjalan cukup singkat, berakhir sekitar pukul 11.00 Wita. Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pihaknya menambah stok beras dari rencana 10 ton menjadi 21 ton untuk dijual ke masyarakat.

Pembelian menggunakan kupon menghindari antrean yang terlalu panjang. “Kami menjual sekitar 2.100 kupon,” ujarnya. Rencananya, operasi pasar murah selanjutnya dilakukan di daerah Sambutan. “Saat ini kami masih mencari lokasi, kemungkinan di Makroman,” sambungnya.

Sempat terjadi miskomunikasi saat operasi pasar murah kemarin, sehingga antrean menjadi terlalu panjang. Ada tim yang lambat membawa kupon. Namun, kami akan atur agar lebih baik. “Kedatangan beras memang dilakukan secara bertahap untuk mengurai antrean,” jelasnya.

Saat ini, stok beras yang dimiliki Bulog informasinya sekitar 2 ribu ton. Sasaran operasi pasar murah adalah kalangan menengah ke bawah dan ke atas yang tidak terdata. “Itu imbas harga beras yang tinggi. Karena tugas pemerintah sebagai penyeimbang. Ketika harga terlalu tinggi, pemerintah hadir menstabilkan. Namun, jika harganya normal, kami hentikan (operasi pasar murah),” jelasnya.

Pihaknya juga menjamin stok beras saat Ramadan akan stabil. Bahwa dari catatan, pihaknya masih ada 8 ribu ton beras yang siap dikirim dari distributor. “Ke depan ada program, beras hasil dari petani lokal akan dibeli pemerintah dengan subsidi kepada Bulog. Ketika Bulog membeli harga Rp 9.900, namun dijual Rp 11 ribu. Agar hasil pertanian bisa terjual, serta harga bisa ditekan,” tegasnya.

Saminem, warga Gang Nibung, Kelurahan Temindung Permai, senang dengan adanya operasi pasar murah. Dia mendengar kabar operasi pasar murah di hari yang sama dari orang di pasar. “Kami ambil empat bungkus (per bungkus 5 kg). Karena satu orang hanya boleh ambil dua bungkus, jadi saya bersama suami. Beras sekarang mahal, jadi kami campur dengan beras premium. Biasanya beli beras Rp 170 ribu per 10 kilo, ini lebih dari itu. Kami bersyukur bantuan yang meringankan,” singkatnya. *

By Admin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%