Meluber Sampah Hingga ke Jalan, Perlu Perhatian Bersama

0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

SAMARINDA, TB – Beberapa tempat penampungan sementara (TPS) di Samarinda mengalami penumpukan sampah yang signifikan, seperti di Jalan Ir Sutami, Jalan Teuku Umar, dan beberapa lokasi lain di Kecamatan Sungai Kunjang. Bahkan TPS di Jalan Teuku Umar, tepatnya di sebelah kantor Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), diminta untuk dipindahkan akibat penumpukan yang berlebihan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Samarinda Boy Leonardo Sianipar menjelaskan, beberapa faktor menyebabkan penumpukan sampah, antara lain jumlah armada yang terbatas dan lonjakan volume sampah. Ketika suatu TPS membeludak, salah satu solusinya dengan pengambilan yang lebih banyak. “Biasanya satu TPS diambil satu kali dalam satu sif, dengan total empat sif per hari. Atau sekitar empat kali per hari. Kalau berlebihan bisa delapan kali pengambilan,” ujarnya, Minggu (18/2).

Pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kenaikan volume sampah. Namun, kemungkinan karena penutupan beberapa TPS dan perubahan pola buang warga. “Penutupan TPS dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah sampah, dan diantisipasi dengan penambahan kontainer,” ujarnya.

Di Sungai Kunjang, DLH sedang mencari lahan untuk membangun TPS Terpadu baru. Sebelumnya, pihaknya sempat mencoba menjajaki skema pengelolaan dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namun, beberapa hal tidak dapat diterapkan di Kota Tepian, sehingga perlu dievaluasi dan sampai saat ini masih menunggu arahan wali kota. “Termasuk pembangunan TPST dan prasarananya menjadi tugas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR). DLH hanya menjalankan. Sampai saat ini masih menunggu arahan pimpinan,” ucapnya.

Terkait permintaan pindah TPS dari Jalan Teuku Umar, Boy mengatakan, sampai saat ini belum ada solusi. Sebab, menunggu kepastian lahan dari pemangku wilayah, dalam hal ini pemerintah kecamatan agar berkoordinasi dengan BPKAD. “Kami tidak mau ada keluhan berulang terkait sampah. Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi bersama,” tegasnya.

Dia menambahkan, ada dilema terkait keberadaan TPS. Ada warga yang meminta TPS dipindahkan, namun di sisi lain, ada juga yang menginginkan lingkungannya bersih dengan keberadaan TPS. “Itu dua hal yang bertolak belakang. Namun, kami tetap berusaha mencari solusi terbaik,” pungkasnya. *

By Admin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%