KKN Kolaboratif Jadi Instrumen Percepatan Transformasi Desa di Kaltim

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat transformasi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah penguatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Timur

Kepala DPMPD Provinsi Kalimantan Timur, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa KKN Kolaboratif tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan akademik semata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembangunan daerah berbasis potensi desa.

“Melalui KKN Kolaboratif, kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar program rutin, tetapi bagian dari upaya mengintegrasikan potensi intelektual mahasiswa dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujar Puguh di Ruang Desa Mandiri, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas kampus di Kalimantan Timur diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi desa, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa secara lebih efektif dan terintegrasi.

“Dengan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dan perangjat daerah kita dapat mendorong akselerasi transformasi desa secara lebih terarah. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan dari tingkat desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” tambahnya.

Puguh menjelaskan, KKN Kolaboratif juga memiliki sejumlah nilai strategis, di antaranya sebagai pendukung program pemerintah, penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan desa, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis keragaman keilmuan mahasiswa. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendampingan desa.

Turut hadir pada kegiatan ini Kepala DPPKUKM Kaltim Heny Purwaningsih, “Program ini juga diarahkan pada penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya melalui optimalisasi pengembangan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui pendampingan mahasiswa,” Jelasnya.

Tak hanya itu, mahasiswa yang terlibat juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam meningkatkan status desa, dari kategori berkembang menuju desa maju hingga mandiri.

Melalui penguatan KKN Kolaboratif ini, Pemprov Kaltim optimistis sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa dapat semakin solid, sehingga mampu mendorong pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*)