Kecewa, Usulan Berulang – ulang Saat Musrembang Tak Kunjung Terealisasi

0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

TANJUNG REDEB – Kepala Kampung Campur Sari, Silfanuddin mengatakan pada saat musrenbang kecamatan,  para kepala kampung diminta untuk membuat usulan program prioritas satu (P1) untuk diserahkan pada saat musrenbang kabupaten, Namun hingga akhir jabatannya belum ada yang terealisasi. Sehingga menurutnya hal ini percuma saja. “Ini pendapat pribadi saya,” ucap Silfanuddin.

Silfanuddin, pihaknya terkadang bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, duduk bersama untuk menggagas usulan musrenbang. Dari beberapa usulan berharap ada yang menjadi P1 dan mendapat anggaran. Namun nyatanya tidak. “Pemikiran saya dari 1 usulan tersebut kita sudah bisa pastikan untuk terdanai, ternyata tidak.

Jadi mengapa saya berpendapat secara pribadi sama dengan PHP jadinya,” Ia menambahkan musrenbang hanya dijadikan ajang seremonial saja. Bahkan ia mengaku, usulan musrenbang P1 yakni pengaspalan dari dirinya baru dilantik hingga hendak selesai masa jabatannya tidak pernah terealisasi.

“Padahal sudah saya buat proposal dan sudah di disposisi Pak Bupati dahulu. Terus pada saat itu Covid kita maklumi, mungkin anggaran lari ke Covid. Terus saya susun lagi proposal sudah disposisi Ibu Bupati, tapi tidak terdanai. Itu yang membuat kecewa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengaku,  dirinya membenarkan apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah yang harus mengacu pada hasil musrenbang untuk suatu pembangunan. Hal ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Meskipun di satu sisi, ada 18 program bupati yang harus diselesaikan.

“Benar, ada 18 program Bupati. Tapi jangan juga menutup mata atas keinginan masyarakat yang disampaikan oleh kakam,” katanya.

Politikus NasDem ini mengatakan, jangan sampai program yang sudah dikawal melalui musrenbang justru tidak terealisasi. Harusnya itu sudah menjdi target dalam menganggarkan program pemerintah. Boleh saja merealisasikan janji politik tapi juga harus berpedoman kepada kebutuhan masyarakat melalui musrenbang.

Ditambahkan Madri Pani, untuk apa menganggarkan APBD besar kepada SKPD kalau pada akhirnya menjadi Silpa. Kadang masyarakat dan pemerintah kampung bertanya, mengapa setiap mengusulkan tidak ada anggaran, tapi di setiap akhir tahun program kerja selalu silpa tinggi. (admin-TB).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%