DKPP Tarakan Perketat Pengiriman Hewan dari luar Tarakan

1 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Elang Buana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan.

TARAKAN, TeropongBorneo.My.Id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H / 2023, dimana kebutuhan hewan ternak akan meningkat secara drastis terutama sapi untuk dijadikan sebagai hewan kurban.

Dan sebagai salah satu daerah berstatus hijau atau terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kota Tarakan terus meningkatkan kewaspadaan supaya PMK tidak masuk.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan, Elang Buana mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan sapi maupun kambing dari luar daerah.

Terutama dari Pulau Sulawesi, meskipun di sana merupakan status merah dan kuning PMK.

Dalam proses pengiriman, dilakukan pemeriksaan yang cukup ketat selama dalam perjalanan hingga sampai di daerah tujuan. Ada beberapa perlakuan khusus yang harus dijalankan sebelum tiba di lokasi penjualan di Tarakan.

“Kemudian kandang penampungannya dilihat juga seperti apa, kebersihannya juga. Semua dinilai untuk analisis risikonya rendah atau tinggi. Kalau rendah, maka bisa mengirim ke sini,” ungkapnya.

Kebutuhan hewan kurban khususnya sapi di Tarakan mencapai 1.400 ekor. Namun harus disediakan sekitar 1.500 ekor sebagai antisipasi lonjakan permintaan. Setiap tahunnya terjadi lonjakan kebutuhan sapi antara 7-15 persen.

“Meskipun permintaan tinggi, tetapi kita harus berhati-hati karena Tarakan ini kan zona hijau. Artinya, bebas dari penyakit-penyakit seperti PMK.

Sedangkan daerah asal ternak ini ada yang merah, ada juga yang kuning. Oleh karena itu, kita lebih selektif, daerah mana yang sekiranya bisa mengirim ternaknya ke sini,” ungkapnya.

Untuk saat ini, sebagian besar hewan ternak di Tarakan didatangkan dari Gorontalo. Sedangkan untuk mendatangkan dari Jawa masih sangat berisiko, sehingga beberapa daerah di Sulawesi masih menjadi pemasok sapi ke Tarakan.

“Di Gorontalo sana, kita juga berebut juga dengan daerah-daerah lain. Karena banyak juga yang mengambil dari sana. Sementara di sini banyak juga yang mau mendatangkan dari Jawa, tetapi kami masih riskan. Makanya kami tolak karena memang PMK-nya masih parah di sana,” pungkasnya. (admin -tb).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%