Diskusi Bareng dengan Stakeholder dan Masyarakat untuk Mengurangi Masalah PPDB

1 0
Read Time:1 Minute, 21 Second

SAMARINDA, TeropongBorneo.My.Id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sosialisasi sekaligus konsultasi publik terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menghadirkan berbagai pihak, seperti anggota DPRD, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan akademisi. Dilaksanakan di Hotel Grand Sawit, Senin (29/4).

Dan tujuannya untuk mendapatkan masukan berbagai pihak ihwal PPDB tahun ini. Diharapkan masukan tersebut dapat direalisasikan, sehingga pelaksanaan PPDB berjalan lancar, terhindar dari permasalahan seperti tahun lalu.

Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, daya tampung sekolah negeri saat ini relatif aman. Dari 163 sekolah negeri tingkat SD, hanya ada 58 sekolah negeri tingkat SMP. “Namun, prinsipnya ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tidak ada anak yang tidak bersekolah. Karena dibantu sekolah swasta,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem PPDB 2024 sama seperti tahun lalu, menggunakan jalur zonasi, afirmasi, prestasi akademik-non akademik, dan perpindahan orangtua. Jika calon siswa tidak diterima di sekolah yang dituju, mereka digeser ke sekolah lain yang mungkin agak jauh. “Tapi kami kira tidak terlalu jauh, karena sudah kami petakan. Itu kan ada tiga pilihan, harapannya jangan memaksakan diri,” jelasnya.

Saat ini belum semua kelurahan memiliki SMP negeri. Keberadaan sekolah negeri di setiap kecamatan berbeda-beda, namun kondisi itu ditopang sekolah swasta. Hal itu tak dimungkiri, mengingat adanya pertambahan penduduk, migrasi, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyampaikan harapannya, adanya sosialisasi dan konsultasi publik PPDB tahun ini, permasalahan yang terjadi sebelumnya dapat berkurang. Ia menekankan pentingnya pemerataan dan kualitas pendidikan. “Ada beberapa sistem, zonasi, afirmasi dan sebagainya.

Kami kira itu bisa mengurangi permasalahan yang timbul di masyarakat. Namun, disosialisasikan ke tingkat RT dan orangtua agar Disdikbud transparan memberikan penjelasan kuotanya berapa (tiap sekolah),” pungkasnya. (*)

By Admin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%