Bupati Jadi Narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Unikal

BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menegaskan, jenjang pendidikan Strata 1 (S1) merupakan upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan skill (keahlian).

Hal itu disampaikan Bupati selaku narasumber dalam PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Universitas Kaltara (Unikal) Angkatan 14 Tahun 2022 pada Selasa (27/9).

Bupati di hadapan sekitar 160 mahasiswa baru Unikal mengingatkan, di Kabupaten Bulungan sekarang ini ada Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan.

“Maka adik-adik harus meningkatkan kompetensi, skill dan harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” pesan Bupati yang menyelesaikan S1 di Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (FKIP Unmul) Samarinda serta S2 di Universitas Brawijaya Malang.

Diterangkannya, kebutuhan tenaga kerja di Bulungan ke depannya sangat besar terkait adanya PSN tersebut. Putra putri Bulungan pun diharapkan dapat mengisi tenaga kerja di perusahaan baik di KIPI maupun PLTA nantinya.

“Kemudian dengan adanya KIPI dan PLTA tentu kebutuhan pokok seperti pangan para tenaga kerja ke depannya juga meningkat,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama swasta dan masyarakat harus bersinergi untuk terus mengembangkan lahan pertanian dari beberapa kecamatan di Bulungan agar dapat menjadi lumbung pangan.

Bupati juga menjawab pertanyaan beberapa mahasiswa seperti perbaikan jalan Sengkawit, Tanjung Selor sementara ada jalan lain yang kondisinya lebih membutuhkan. Dijelaskan, Jl Sengkawit merupakan kewenangan pemerintah pusat atau biasa disebut sebagai jalan nasional.

“Bila tidak diperjuangkan perbaikannya maka daerah lain yang akan mendapatkan anggaran perbaikan jalan tersebut,” terangnya.

Untuk jalan-jalan lain di Tanjung Selor maupun Bulungan yang menjadi kewenangan daerah, Pemkab juga terus berupaya melakukan perbaikan termasuk dengan berusaha mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Tidak hanya jalan-jalan di Tanjung Selor tapi di 10 kecamatan di Bulungan memang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan,” tandasnya.

Bupati juga menjawab pertanyaan mahasiswa tentang bagaimana nasib perahu tambangan di Sungai Kayan ke depannya terkait peningkatan jalan Bulu Perindu.

Bupati menjelaskan, peningkatan jalan tersebut bertujuan membuka akses agar masyarakat Bulu Perindu tidak terisolir, kemudian masyarakat Tanjung Palas maupun lintas kabupaten dapat menggunakan jalan tersebut dengan baik.

“Nanti masyarakat dari Tanjung Palas ke Tanjung Selor atau sebaliknya dapat melalui tambangan penyeberangan atau melalui jalan Bulu Perindu. Masyarakat dapat memilih 2 opsi itu,” sebutnya. (admin -tb)