Kutai Kartanegara – Adanya laporan kematian (sapi anakan) pedet pada kelompok ternak yang mendapatkan bantuan dari CSR PT. ABP. Dengan gejala keguguran pada kebuntingan triwulan 2 hingga triwulan 3, dan pasca lahir. Jumlah kematian mencapai 6 ekor pedet dari 6 ekor induk.
Adapun jumlah sapi bantuan yang diberikan sebanyak 15 ekor terdiri dari 3 ekor jantan dan 12 ekor betina/indukan. Beberapa ekor sudah mengalami pergantian (dijual dan dibelikan sapi baru sebagai pengganti oleh peternak karena mengalami kasus keguguran atau mati).
Pada hari Selasa 2 November dilakukan investigasi oleh Tim oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur. Dipimpin oleh Kepala DPKH Kaltim, Munawwar, S.T., M.Si, beserta jajaran dan tim dari Manajemen CSR PT. ABP.
Investigasi dilakukan dengan cara melakukan penggalian data dan pengambilan sampel, dugaan sementara disebabkan penyakit keluron dengan diagnosa banding Pyometra dan infeksi protozoa.
Dari hasil wawancara dengan peternak didapat data adanya endometritis (radang rahim), retensio secundae (plasenta tertahan) dan kekurusan pada induk yang keguguran.
Pengambilan sampel berupa serum darah sebanyak 9 sampel dan diujikan ke UPTD Lab Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur. (redaksi-fadli)
sumber : dinas peternakan Kaltim

























