BULUNGAN, teropongborneo.my.id – Guna mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di wilayah Kabupaten Bulungan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Bulungan, telah meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memfasilitasi kepada Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan untuk penambahan kuota minyak goreng di Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani menyatakan bahwa berdasarakan informasi dari Kepala Dinas Disperindagkop-UMKM Zakaria, bahwa hingga saat ini ketersediaan minyak goreng di Bulungan masi aman.
” Informasinya ketersediaan minyak goreng untuk saat ini masi aman, distributor juga hari ini telah menyalurkan sebanyak 1.622 dos minyak goreng kepada ritel, swalayan, dan pasar tradisional di Bulungan,” ucap Syarwani.
Syarwani menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying atau beli panik terhadap kelangkaan minyak goreng, sehingga tida dapat menimbulkan kelangkaan stok minyak goreng di Bulungan.
” karena pemerintah telah menyiapkan stok minyak goreng yang cukup untuk didistribusikan. Informasi dari Disperindagkop Bulungan, pemerintah bakal mendistribusikan 1 kontainer stok minyak goreng di Bulungan” ujar Syarwani.
Demi mengantisipasi kelangkaan minyak goreng, Kepala Disperindagkop-UMKM Zakaria, juga menghimbau kepada para pedagang eceran untuk tidak menjual Minyak Goreng dengan harga melebihi dari harga normal, sehingga tidak menjadi Masalah bagi masyarakat.
” Kalau menjual dari harga Rp 15.000-16.000 Rupiah, saya rasa masi wajar aja. Untuk Masyarkat juga saya harap dapat membeli minyak goreng sesuai dengan kebutuhan, paling tidak maksimal 2 liter sudah cukup. Jangan sampai minyak goreng langkah akhirnya membeli banyak terus dijual dengan harga yang lebih tinggi,” tandasnya. (admin-sp)

















