Kelangkaan Minyak Fenomena Nasional, Wawali Minta Pedagang Tidak Berlebihan Naikkan Harga

TEROPONGBORNEO.MY.ID, SAMARINDA – Sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, kelangkaan minyak bertahan hingga terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan. Padahal melihat stok barang di distributor masih sangat tersedia, khususnya untuk kebutuhan masyarakat Kota Tepian. Hal ini dipastikan saat tinjauan lapangan Pemkot Samarinda dengan kepolisian, Jumat (23/3).

Meski ketersediannya sangat terbatas, namun hal ini dikarenakan permintaan di lapangan begitu banyak hingga dianggap langka oleh masyarakat. Wakil Wali Kota Rusmadi mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk menjaga ketersediaan barang, khususnya dari komoditas minyak agar tetap mencukupi kebutuhan warga.

Terlebih menjelang ibadah bulan puasa dan perayaan Idulfitri bagi umat Islam. Dapat dipastikan permintaan minyak goreng bakal lebih meningkat. “Makanya hal ini perlu diantisipasi dari sekarang,” ujarnya.

Namun ia mengakui kelangkaan yang terjadi saat ini sebenarnya adalah fenomena nasional. Lantaran terjadi merata di seluruh daerah, tidak hanya Samarinda.

Berdasarkan hasil evaluasi empat distributor, diperkirakan akan ada 800 ton stok minyak goreng bakal tersedia di Samarinda. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang bisa menghabiskan hingga 182 ton perminggu. Sedangkan dalam satu bulan, bisa sampai menyentuh 650 ton. “Kalau 800 ton, semoga tidak ada gangguan dalam ketersediaan,” jelasnya.

Sementara itu untuk harga saat ini bervariatif di tingkat distributor, mulai Rp 13.300 ribu hingga Rp 13.500 ribu perliter. Orang nomor dua di Samarinda ini mengharapkan di harga eceran hanya menjual di rentan harga Rp 14 ribu. Tak hanya itu dari para pengecer dipastikan Rusmadi sudah didata, khususnya yang berlangganan dengan distributor saat ini.

“Situasi sudah karena Covid-19, jangan ada coba bermain lagi. Distributor sekarang sudah membatasi,” tegasnya.

Menambahkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli memastikan jika di lapangan ada yang berani menimbun pihaknya tak segan untuk mengambil tindakan tegas. Sehingga untuk ke depannya akan ada pemantau secara ketat. Namun sejauh ini kata Ary belum ditemukan adanya pihak yang sengaja menimbun hingga menyebabkan kelangkaan.

“Kami juga minta agar pelaku usaha tidak memanfaatkan kesempatan, masyarakat harus tenang ini masalah keterlambatan pendistribusian saja,” pungkasnya. (admin/*/02)