TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menghibahkan lahan seluas 3 hektare kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk pembangunan Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kaltara.
Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang dilaksanakan secara daring dari Ruang Rapat Gubernur Kaltara, Selasa (20/10).
Lahan seluas 30.000 meter persegi tersebut berada di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan nilai aset sebesar Rp980.320.800.
Hibah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kelembagaan pendidikan dan peningkatan kualitas guru serta tenaga kependidikan di Kalimantan Utara.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
“Pemerataan kualitas pendidikan harus menjadi komitmen bersama. Kita harus memastikan bahwa anak-anak di kawasan perkotaan, pedalaman, pulau-pulau terluar, hingga garis perbatasan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, hibah lahan tersebut diharapkan mendukung tersedianya fasilitas kelembagaan yang memadai untuk pengembangan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik di Kaltara.
“Penyerahan hibah ini bukan sekadar prosesi administratif pengalihan aset daerah, melainkan bentuk keseriusan kami dalam menyiapkan fondasi kelembagaan pendidikan yang kokoh. Kami berharap tanah ini dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan fasilitas kelembagaan yang representatif dan modern,” ujarnya.
Gubernur juga berharap Kemendikdasmen dapat menindaklanjuti pembangunan kantor tersebut melalui perencanaan dan pengalokasian anggaran sesuai kewenangannya. Ke depan, Kantor GTK Kaltara diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan, pembinaan guru, dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Selain itu, Zainal menyoroti tantangan pendidikan di wilayah perbatasan yang dipengaruhi kondisi geografis, keterbatasan aksesibilitas, dan rentang kendali pelayanan. Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian melalui kebijakan dan dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Investasi pendidikan di Kaltara adalah investasi kedaulatan bangsa di benteng terdepan NKRI. Apabila pemerintah pusat dan daerah terus bergerak selaras, tantangan geografis tidak akan pernah menjadi penghalang bagi anak-anak perbatasan untuk meraih cita-citanya,” tuturnya.
Untuk memastikan proses hibah berjalan sesuai ketentuan, Gubernur menginstruksikan perangkat daerah terkait agar mengawal administrasi, pencatatan, dan tata kelola aset secara tertib, transparan, serta akuntabel.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Ir. Suharti, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Zainal A. Paliwang beserta jajaran Pemprov Kaltara atas dukungan dan kerja sama dalam memperkuat penyelenggaraan layanan pendidikan di Kalimantan Utara.
Penandatanganan secara daring tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Dirjen GTK Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Asisten Bidang Administrasi Umum, Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Hassanuddin, S.Pd., M.Si., Plt. Kepala BKAD, Nurdin, S.E., serta jajaran pejabat Pemprov Kaltara. (dkisp)


























